Dies Natalis ke-38, Unikal Deklarasikan Kepdulian Lingkungan

Memperingati Dies Natalis ke-38, Universitas Pekalongan (Unikal) menggelar Aksi dan Deklarasi Kepedulian Terhadap Lingkungan di UPT Laboratorium Slamaran, Kamis (5/9/2019). Sekda Kota Pekalongan, Hj Sri Ruminingsih SE MSi didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pekalongan, Ir Anita Heru Kusumorini MSc dan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Suseno SH hadir membuka acar dan ikut dalam serangkaian kegiatan Dies Natalis Unikal.

 

Menurut Sekda Kota Pekalongan, Hj Sri Ruminingsih SE MSi, HUT ke-38 Unikal ini patut diapresiasi, pasalnya Unikal telah mendeklarasikan kepeduliannya terhadap lingkungan. “Kemudian melihat kondisi alam Kota Pekalongan baik dari sisi sungai, sampah, dan lingkungannya diperlukan sinergi antara pemerintah dan masyarakatnya,” tutur Ning, sapaan akrabnya.

 

Usai menanam pohon, Ning melihat hasil penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa maupun civitas akademika di Unikal seperti produksi batik dengan warna alam yang ramah lingkungan karena pewarnaan dengan warna indigo, mangrove, dan mahoni. “Meskipun dengan warna alam ternyata batiknya bagus dan limbahnya tentu dapat diminimalkan,” kata Ning.

 

Penilitian tentang pengolahan air limbah menjadi air minum turut menjadi perhatian Ning. Pasalnya, diketahui Kota Pekalongan tidak memiliki sumber daya air bersih. Jika pengolahan air ini bisa dikembangkan dan disinergikan bahkan diimplementasikan di masyarakat sungguh ilmu yang luar biasa dan kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan. “Penelitian lainya yakni pengolahan sampah menjadi batako tebtu akan mengurangi produksi sampah yang dihasilkan. Harapannya ini semua dapat disinergikan. Apalagi program nasional mengenai pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui peningkatan kualitas SDM, sehingga SDM Unggul Indonesia Maju dapat diwujudkan,” tandas Ning.

 

Sementara itu, Rektor Unikal Suryani SH MHum mengungkapkan aksi peduli lingkungan ini digencarkan Unikal seperti menata lingkungkan kampus, ke kampus membawa botol air minum sehingga tidak menggunakan kemasan plastik. “Kami juga membuat kebijakan Masuk Kampus, Satu Motor, Dua Orang sehingga mengurangi polusi, mengurangi kepadatan lalu lintas, dan menghemat bahan bakar,” jelas Suryani.