Dewan TIK dan Pemkot akan Kembangkan Aplikasi Database Infrastruktur Tempat Tinggal

Melihat perkembangan IT yang semakin pesat dimanfaatkan Dewan TIK Kota Pekalongan bersama Pemerintah Kota Pekalongan dalam mengembangkan aplikasi pemetaan infrastruktur lingkungan tempat tinggal berbasis IT. Pengembangan aplikasi tersebut sesuai dengan salah satu misi pembangunan daerah Kota Pekalongan yaitu mengembangkan IT (Informasi Teknologi) berbasis komunitas. Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan TIK Kota Pekalongan, Ahmad Ilyas dalam kegiatan FGD Penguatan Peran Masyarakat Dalam Penyusunan Database Infrastruktur Lingkungan Tempat Tinggal di Aula Museum Batik Kota Pekalongan, Rabu (17/7/2019).
 
Dalam FGD tersebut, Ilyas mengungkapkan aplikasi tersebut nantinya akan dapat memudahkan masyarakat untuk mengetahui secara detail data berkaitan dengan infrastruktur lingkungan mulai dari rumah pemukiman, sanitasi, jalan, drainase dan sebagainya.
 
“Pada hari ini kita mengundang teman-teman dinas untuk berdiskusi tentang pengembangan peran masyarakat dalam penyusunan database infrastruktur berbasis IT. Saya melihat peluangnya sangat besar dengan perkembangan sistem android sekarang yang banyak digunakan untuk penelitian, database, pemetaan, GPS tracks yang sebenarnya juga dapat dimanfaatkan sebagai pendataan infrastruktur lingkungan mulai dari rumah pemukiman, sanitasi, jalan, drainase. Kemudian data-data infrastruktur lingkungan tersebut bisa diinput ke dalam aplikasi yang akan kita kembangkan ini,” tutur Ilyas.
 
Menurut Ilyas, selain dukungan dari pemerintah setempat, dalam pengembangan aplikasi yang ditargetkan akan selesai pada tahun 2020 ini juga diperlukan penguatan peran masyarakat itu sendiri khususnya di tingkat Rukun Tetangga (RT) yang terintegrasi hingga di tingkat kota.
 
“Warga atau masyarakat setempat bisa dilibatkan untuk menggunakan android, sehingga data yang berhasil dikumpulkan RT tersebut saat ini dapat terintegrasi di tingkat kota sehingga Pemerintah Kota melalui Bappeda bersama Dewan TIK dapat melihat sejauh mana persoalan mendasar di tiap kelurahan sehingga semua data informasi dapat terdeteksi,” terang Ilyas.
 
Dituturkan Ilyas, kebermanfaatan aplikasi ini nantinya akan dirasakan masyarakat dalam melakukan pemetaan infrastruktur lingkungan tempat tinggal yang lebih jelas, detail, informatif dan dapat diakses oleh siapapun dan dipantau secara real time. Selain itu, hal ini juga dapat menjadi pertimbangan sebagai bahan kebijakan perencanaan maupun anggaran daerah sebab pengembangan ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan zaman.
 
“Selama ini data-data yang ada di dinas-dinas terkait masih belum sama, setelah aplikasi ini jadi harapan kami data-data tersebut dapat terintegrasi melalui sistem yang ada sehingga ketika data diinput, jika ada perubahan pun dapat diketahui termasuk kebutuhan air bersih, perbaikan infrastruktur jalan, dan sebagainya tinggal dilakukan update data untuk menghindari input ulang. Datanya pun disusun oelh warga yang akan kita jadikan user nantinya,” pungkas Ilyas.