Deteksi Dini dan Sinergi APH, Lapas Pekalongan Geledah Blok Hunian

Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bersih dari barang-barang terlarang. Sebagai bagian dari langkah deteksi dini dan sinergi dengan Aparat Penegak Hukum (APH), Lapas Pekalongan melaksanakan kegiatan penggeledahan atau razia gabungan di area blok hunian pada Sabtu pagi (4/10/2025).
Razia yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menyasar 217 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Blok A, B, C, D, dan E. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, dan melibatkan seluruh unsur jajaran, mulai dari pejabat struktural, petugas pengamanan, JFT/PKP, hingga seluruh Regu Pengamanan (Rupam).
Untuk memperkuat sinergi dan memastikan transparansi kegiatan, Lapas Pekalongan juga menggandeng unsur Polri dan TNI, masing-masing dua personel. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang steril dari peredaran barang terlarang dan praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum.
Sebelum kegiatan dimulai, Kalapas Teguh memberikan pengarahan kepada seluruh personel gabungan. Dalam arahannya, ia menegaskan agar penggeledahan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan tetap menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesionalitas.
"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata deteksi dini untuk mencegah peredaran Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan Lapas. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Pekalongan benar-benar steril dari berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” tegas Kalapas Teguh.
Ia menyebut, malam penggeledahan menyeluruh di lima blok hunian tersebut, petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Adapun hasil temuan antara lain handphone: 2 unit, 4 buah kaca, paku 8 buah, korek api gas 9 buah, gelas kaca 2 buah, sendok besi: 6 buah, alat cukur 3 buah, gunting 1 buah, alat potong besi 2 buah, batu 1 buah, kartu domino 2 buah. Yang menggembirakan, hasil penggeledahan menunjukkan temuan nihil narkoba. Kondisi ini menjadi bukti kuat bahwa Lapas Kelas IIA Pekalongan terus berprogres menuju predikat Lapas BERSINAR (Bersih dari Narkoba).
"Alhamdulillah, tidak ditemukan narkoba dalam razia kali ini. Ini menjadi indikator positif bahwa langkah-langkah pembinaan, pengawasan, serta pengendalian di Lapas berjalan dengan baik,” tegasnya.
Kalapas Teguh menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Barang-barang hasil sitaan akan segera didata untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan.
Pihaknya menerangkan bahwa, kegiatan razia, baik yang bersifat rutin maupun insidentil, merupakan implementasi dari Program Akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang berintegritas tinggi, bebas dari Halinar, serta berorientasi pada keamanan dan pembinaan yang konstruktif.
"Kami bertekad untuk mewujudkan ZERO HALINAR. Artinya, tidak ada ruang bagi handphone, pungli, maupun narkoba di dalam Lapas Pekalongan. Sinergi dengan TNI, Polri, dan seluruh jajaran akan terus kami tingkatkan sebagai bagian dari strategi deteksi dini dan upaya preventif menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Razia yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB ini menyasar 217 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang menghuni Blok A, B, C, D, dan E. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Pekalongan, Teguh Suroso, dan melibatkan seluruh unsur jajaran, mulai dari pejabat struktural, petugas pengamanan, JFT/PKP, hingga seluruh Regu Pengamanan (Rupam).
Untuk memperkuat sinergi dan memastikan transparansi kegiatan, Lapas Pekalongan juga menggandeng unsur Polri dan TNI, masing-masing dua personel. Kolaborasi lintas instansi ini menjadi bentuk nyata komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang steril dari peredaran barang terlarang dan praktik-praktik yang bertentangan dengan hukum.
Sebelum kegiatan dimulai, Kalapas Teguh memberikan pengarahan kepada seluruh personel gabungan. Dalam arahannya, ia menegaskan agar penggeledahan dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan tetap menjunjung tinggi prinsip humanis dan profesionalitas.
"Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk nyata deteksi dini untuk mencegah peredaran Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba) di lingkungan Lapas. Kami ingin memastikan bahwa Lapas Pekalongan benar-benar steril dari berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban,” tegas Kalapas Teguh.
Ia menyebut, malam penggeledahan menyeluruh di lima blok hunian tersebut, petugas berhasil menemukan dan menyita sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian. Adapun hasil temuan antara lain handphone: 2 unit, 4 buah kaca, paku 8 buah, korek api gas 9 buah, gelas kaca 2 buah, sendok besi: 6 buah, alat cukur 3 buah, gunting 1 buah, alat potong besi 2 buah, batu 1 buah, kartu domino 2 buah. Yang menggembirakan, hasil penggeledahan menunjukkan temuan nihil narkoba. Kondisi ini menjadi bukti kuat bahwa Lapas Kelas IIA Pekalongan terus berprogres menuju predikat Lapas BERSINAR (Bersih dari Narkoba).
"Alhamdulillah, tidak ditemukan narkoba dalam razia kali ini. Ini menjadi indikator positif bahwa langkah-langkah pembinaan, pengawasan, serta pengendalian di Lapas berjalan dengan baik,” tegasnya.
Kalapas Teguh menjelaskan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Barang-barang hasil sitaan akan segera didata untuk kemudian dimusnahkan sesuai ketentuan.
Pihaknya menerangkan bahwa, kegiatan razia, baik yang bersifat rutin maupun insidentil, merupakan implementasi dari Program Akselerasi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang berintegritas tinggi, bebas dari Halinar, serta berorientasi pada keamanan dan pembinaan yang konstruktif.
"Kami bertekad untuk mewujudkan ZERO HALINAR. Artinya, tidak ada ruang bagi handphone, pungli, maupun narkoba di dalam Lapas Pekalongan. Sinergi dengan TNI, Polri, dan seluruh jajaran akan terus kami tingkatkan sebagai bagian dari strategi deteksi dini dan upaya preventif menjaga stabilitas keamanan di dalam Lapas,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF