Delapan Insan Pendidikan di Kota Pekalongan Peroleh Apresiasi Pengguna PMM Terbaik

Delapan insan pendidikan yang merupakan para kepala sekolah dan guru di sejumlah sekolah penggerak di Kota Pekalongan mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan setempat berupa penghargaan Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang digagas oleh Kemendikbudristek RI. Adapun mereka yang mendapatkan yakni Kepala Sekolah dari KB Anggrek Landungsari, TK Arridlwaniyah, SD Negeri Medono 03, dan SMP Negeri 3 Pekalongan. Sementara, untuk guru terbaik yang tinggi mengakses PMM adalah Afrilia Kartika Sarry (KB Mahardika), Fatchunnadiyah (TK ABA Pesindon), Triyono (SDN Karangmalang), dan Sri Rahayu (SMP Negeri 8 Pekalongan). Penghargaan diserahkan secara langsung oleh Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid, didampingi Bunda PAUD, Inggit Soraya, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zaenul Hakim dalam kegiatan Seminar Nasional dalam rangka Hari Pendidikan Nasional dan Launching #BrayanSinau Implementasi Kurikulum Merdeka dan Pena Asik ptk, berlangsung di Hotel Howard Johnson Pekalongan, Senin (14/8/2023).
Walikota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf mengungkapkan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat berupaya meningkatkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Upaya agar platform tersebut sukses dilaksanakan yaitu dengan koordinasi, komunikasi, dan komitmen.
"Dinas Pendidikan menugaskan kepada Sekolah Penggerak untuk selalu mengawal, mendampingi kegiatan para guru di Sekolah-sekolah dalam belajar melalui PMM sampai tahapan unggah aksi nyata sampai lulus," ucapnya.
Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada para insan pendidik diharapkan ini penting dilakukan supaya yang sudah menerima lebih semangat lagi dalam
mengakses dan mendalami PMM. Kegiatan ini tentunya dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman dalam tentang Kurikulum Merdeka. Platform Merdeka Mengajar juga dapat menjadi teman bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya.
"Yang belum menerima mudah-mudahan bisa termotivasi untuk mendapatkan penghargaan serupa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zaenul Hakim mengucapkan selamat atas diberikannya penghargaan kepada 8 insan pendidikan sebagai pengguna PMM terbaik. Zaenul menilai, pentingnya memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar serta Merdeka Belajar. Dengan pemahaman dan pengetahuan tersebut diharapkan Kepala Sekolah dapat melaksanakan penyusunan Kurikulum Merdeka dengan baik dan guru-guru juga memahami dan dapat mengetahui atau menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar dan konten.
"Kami tentunya dengan pendampingan dari pengawas pendidikan, menilai ada beberapa pendidik yang memiliki prestasi, unggulan dan layak mendapatkan penghargaan. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi para pendidik lain dengan harapan bisa segera menyesuaikan apa yang menjadi arah dan kebijakan dari Kemendikbudristek maupun Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan setempat," tandasnya.
Walikota Pekalongan yang akrab disapa Mas Aaf mengungkapkan bahwa, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat berupaya meningkatkan penggunaan Platform Merdeka Mengajar (PMM). Upaya agar platform tersebut sukses dilaksanakan yaitu dengan koordinasi, komunikasi, dan komitmen.
"Dinas Pendidikan menugaskan kepada Sekolah Penggerak untuk selalu mengawal, mendampingi kegiatan para guru di Sekolah-sekolah dalam belajar melalui PMM sampai tahapan unggah aksi nyata sampai lulus," ucapnya.
Menurutnya, penghargaan yang diberikan kepada para insan pendidik diharapkan ini penting dilakukan supaya yang sudah menerima lebih semangat lagi dalam
mengakses dan mendalami PMM. Kegiatan ini tentunya dapat membantu guru dalam mendapatkan referensi, inspirasi, dan pemahaman dalam tentang Kurikulum Merdeka. Platform Merdeka Mengajar juga dapat menjadi teman bagi guru dan kepala sekolah dalam mengajar, belajar, dan berkarya.
"Yang belum menerima mudah-mudahan bisa termotivasi untuk mendapatkan penghargaan serupa," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Zaenul Hakim mengucapkan selamat atas diberikannya penghargaan kepada 8 insan pendidikan sebagai pengguna PMM terbaik. Zaenul menilai, pentingnya memahami dan mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar serta Merdeka Belajar. Dengan pemahaman dan pengetahuan tersebut diharapkan Kepala Sekolah dapat melaksanakan penyusunan Kurikulum Merdeka dengan baik dan guru-guru juga memahami dan dapat mengetahui atau menyusun Capaian Pembelajaran, Tujuan Pembelajaran, Alur Tujuan Pembelajaran, Modul Ajar dan konten.
"Kami tentunya dengan pendampingan dari pengawas pendidikan, menilai ada beberapa pendidik yang memiliki prestasi, unggulan dan layak mendapatkan penghargaan. Ini sekaligus menjadi motivasi bagi para pendidik lain dengan harapan bisa segera menyesuaikan apa yang menjadi arah dan kebijakan dari Kemendikbudristek maupun Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pendidikan setempat," tandasnya.
PRINT +
DOWNLOAD PDF