Deklarasi Akbar Kebangsaan Cyber NKRI, Pemkot Dukung Cyber NKRI Tangkal Berita Hoax

Ancaman serangan cyber tiap tahun meningkat, seiring dengan semakin mudahnya akses internet di seluruh dunia. Oleh karena itu, Cyber NKRI sebagai salah satu organisasi masyarakat (ormas) anti hoax mendeklarasikan dan mengukuhkan pengurus DPP dan DPD Cyber NKRI periode 2019-2024 untuk membantu menangkal berita-berita hoax yang sedang marak terjadi. Deklarasi dan pengukuhan tersebut dilakukan oleh Ketua Umum Cyber NKRI, Gus Arya kepada para pengurus DPP dan DPD Cyber NKRI yang terpilih, bertempat di Stadion Hoegeng Kota Pekalongan, Sabtu siang (14/12/2019). Adapun pengurus DPP dan DPD yang dikukuhkan yakni dari Jabodetabek, Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.
 
Hadir dalam pelantikan tersebut, Wakil Walikota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid SE, Mewakili Kepala Dinas Kominfo Kota Pekalongan melalui Kepala Bidang PIKP Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Nurul Indrawati SH MH, jajaran TNI/POLRI serta komunitas. Pada kesempatan tersebut, Wakil Walikota Pekalongan yang akrab disapa Aaf ini, menyampaikan apresiasi dan terimakasih Kota Pekalongan telah ditunjuk sebagai tempat untuk deklarasi akbar kebangsaan dan pelantikan pengurus DPP dan DPD Cyber NKRI. Dengan adanya Cyber NKRI ini, Aaf berharap ormas ini mampu membantu pemerintah daerah dalam menangkal berita-berita hoax atau berita bohong yang tidak dapat dipertanggungjawabkan baik sumber maupun kebenarannya di tengah masyarakat.
 
"Saat ini di tengah masyarakat banyak beredar dan tersebar berita-berita yg tidak bisa dipertanggungjawabkan sumber dan kebenarannya, sehingga dengan dikukuhkannya para Cyber NKRI ini peranannya sangat diharapkan dalam menangkal berita hoax tersebut, karena dengan semakin berkembang aktifnya sosial media, berita atau informasi dapat diakses dengan mudah dan cepat dalam hitungan detik. Namun, berita tersebut belum tentu kebenarannya," ungkap Aaf.
 
Menurut Aaf, informasi bohong yang diterima dan disebarkan oleh masyarakat dapat membuat keresahan dan memicu adanya konflik. "Masyarakat dan negara bisa dipecah belah oleh informasi yang tidak benar tersebut, mudah diadu domba, sehingga harus ada upaya antisipasi menangkal informasi yang bersfiat hoax. Maka dari itu, Cyber NKRI ini penting sekali dan diharapkan dapat ambil bagian dalam mencegah hal itu sebagai salah satu tonggak pemersatu dan penangkal berita hoax yg bisa memecah belah bangsa," tutur Aaf.
 
Hal yang sama diungkapkan, Kepala Bidang PIKP Dinas Kominfo Kota Pekalongan, Nurul Indrawati SH MH yang sangat mendukung langkah dan kinerja Cyber NKRI yang diharapkan dapat menjadi mitra pemerintah dalam menepis berita hoax dan kejahatan dan ancaman serangan cyber melalui media sosial.
 
"Mari masyarakat untuk mengunakan informasi dengan bijak dan cerdas, tidak menyebarkan berita hoax, sehingga berita tersebut dapat bermanfaat, saling bersinergi bersama dan menjalin komunikasi dengan baik agar negara Indonesia lebih tentram. Sebab, kejahatan cyber ini sangat luar biasa, apalagi telah ada UU ITE," kata Nurul.
 
Sementara itu, Ketua Umum Cyber NKRI, menjelaskan latarbelakang munculnya ormas tersebut yang diawali dengan keprihatinan dan dorongan hati melihat kondisi pasca pemilu serentak dengan bermunculnya konflik-konflik yang dapat memecah keutuhan masyarakat dan kedaulatan NKRI.
 
"Banyak yang memposting informasi kebanyakan hoax dan cenderung fitnah, jika hal ini tidak diluruskan, maka negara akan semakin hancur dan terlibat konflik akibat berita yang tidak benar. Kami sebagai anak bangsa merasa prihatin sehingga kami mengambil inisiatif untuk meluruskan berita yang mencuat di permukaan. Deklarasi ini dilakukan untuk menunjukkan jati diri sebagai anak bangsa yang peduli akan keutuhan NKRI, pasalnya dalam menjaga keutuhan NKRI tidak hanya tugas TNI/POLRI, atau pemerintah saja namun menjadi kewajiban seluruh lapisan masyarakat," terang Gus Arya.
 
Gus Arya menyebutkan saat ini Cyber NKRI mempunyai anggota yang memiliki keahlian IT dan telah banyak tersebar di seluruh Indonesia bahkan luar negeri seperti di Hongkong, Singapura, Arab Saudi dan sebagainya.
 
"Kami bertekad ingin mengeratkan kebhinekaan Indonesia sebagai kontrol sosial dan melakukan sosialisasi. Saatnya kita bersatu, kita tanamkan jiwa persatuan dan kesatuan bangsa. Kalau bukan kita siapa lagi. Jangan lagi mau mudah diadu domba, satukan hati, satukan tekad  bersama-sama menjaga keutuhan bangsa," tegas Gus Arya.