Data Bansos Masih Bisa Diperbaiki, Wali Kota Aaf Ajak Warga Aktif Melapor

Data Bansos Masih Bisa Diperbaiki, Wali Kota Aaf Ajak Warga Aktif Melapor
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mendorong perbaikan data penerima bantuan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran. Masyarakat juga diajak aktif melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian data dengan kondisi warga di lapangan.
Wali Kota Pekalongan, H. Afzan Arslan Djunaid, mengatakan proses verifikasi dan pembaruan data penerima bantuan masih berlangsung. Oleh karena itu, temuan terkait warga yang dinilai tidak sesuai dengan kelompok penerima bantuan dapat disampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
“Hal-hal seperti itu ayo laporkan ke Dinas Sosial supaya nanti kita bisa menindaklanjuti ke Kementerian Sosial,” ajak Wali Kota Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan, saat dikonfirmasi pada Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting dalam proses pembenahan data. Selanjutnya, temuan tersebut dapat diteruskan kepada Kementerian Sosial untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.
Ia menjelaskan, persoalan ketidaksesuaian data berdasarkan desil tidak hanya terjadi di Kota Pekalongan, tetapi juga menjadi tantangan di berbagai daerah. Pemerintah terus melakukan pembenahan agar data penerima bantuan semakin menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Wali Kota Aaf mencontohkan adanya kasus di Maluku Utara, di mana terdapat warga yang tercatat menerima bantuan bedah rumah dari Pemerintah. Namun setelah kondisi rumah diperiksa di lapangan, hunian tersebut dinilai sudah dalam kondisi baik sehingga dianggap tidak lagi membutuhkan bantuan.
“Memang satu data ini kan dari Kementerian Sosial, terutama untuk PKH dan sebagainya, itu kan dari dulu belum beres-beres,” ujarnya.
Wali Kota Aaf berharap pembaruan data dapat dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.
"Dengan kolaborasi tersebut, data penerima bansos diharapkan semakin akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan sehingga bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mendorong perbaikan data penerima bantuan sosial agar penyalurannya semakin tepat sasaran. Masyarakat juga diajak aktif melaporkan apabila menemukan ketidaksesuaian data dengan kondisi warga di lapangan.
Wali Kota Pekalongan, H. Afzan Arslan Djunaid, mengatakan proses verifikasi dan pembaruan data penerima bantuan masih berlangsung. Oleh karena itu, temuan terkait warga yang dinilai tidak sesuai dengan kelompok penerima bantuan dapat disampaikan kepada pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti.
“Hal-hal seperti itu ayo laporkan ke Dinas Sosial supaya nanti kita bisa menindaklanjuti ke Kementerian Sosial,” ajak Wali Kota Aaf, sapaan akrab Wali Kota Pekalongan, saat dikonfirmasi pada Jumat (11/9/2026).
Menurutnya, laporan dari masyarakat menjadi salah satu bahan penting dalam proses pembenahan data. Selanjutnya, temuan tersebut dapat diteruskan kepada Kementerian Sosial untuk menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.
Ia menjelaskan, persoalan ketidaksesuaian data berdasarkan desil tidak hanya terjadi di Kota Pekalongan, tetapi juga menjadi tantangan di berbagai daerah. Pemerintah terus melakukan pembenahan agar data penerima bantuan semakin menggambarkan kondisi masyarakat yang sebenarnya.
Wali Kota Aaf mencontohkan adanya kasus di Maluku Utara, di mana terdapat warga yang tercatat menerima bantuan bedah rumah dari Pemerintah. Namun setelah kondisi rumah diperiksa di lapangan, hunian tersebut dinilai sudah dalam kondisi baik sehingga dianggap tidak lagi membutuhkan bantuan.
“Memang satu data ini kan dari Kementerian Sosial, terutama untuk PKH dan sebagainya, itu kan dari dulu belum beres-beres,” ujarnya.
Wali Kota Aaf berharap pembaruan data dapat dilakukan secara bertahap dengan melibatkan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat.
"Dengan kolaborasi tersebut, data penerima bansos diharapkan semakin akurat, mutakhir, dan sesuai dengan kondisi riil di lapangan sehingga bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar membutuhkan,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF