Damkar Satpol Latih Ibu Ibu PKK Penanggulangan Kebakaran di Rumah

Kota Pekalongan - Pemerintah Kota Pekalongan melalui Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP setempat melatih ibu-ibu anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) tentang tata cara pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran,bertempat di Aula PKK Kota Pekalongan,Kamis siang(11/11/2021).
Ketua TP PKK Kota Pekalongan,Hj Inggit Soraya,SSn menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TP PKK dan Damkar Satpol PP Kota Pekalongan yang telah mengadakan sosialisasi dan simulasi pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran. Menurutnya, dengan mendapatkan sosialisasi tentang pencegahan dan pelatihan kebakaran dari petugas Damkar Satpol PP Kota Pekalongan, para peserta ibu-ibu tersebut mendapatkan pengetahuan tentang tindakan pertama dan cara penanganan yang perlu dilakukan saat terjadi kebakaran terutama di dapur.
"Karena ibu-ibu PKK ini merupakan ibu rumah tangga yang biasa berkegiatan di rumah dan kegiatannya berdekatan dengan peralatan dapur seperti kompor, listrik,sehingga mereka harus mengetahui pengetahuan dalam meminimalisir terjadinya bencana kebakaran di rumah,”tutur Inggit.
Inggit menilai,antusias ibu-ibu PKK Kota Pekalongan dalam simulasi kebakaran ini sangat tinggi sekali dan mereka senang sekali mendapat pengetahuan dan ilmu baru yang nantinya bisa dipraktekkan jika sewaktu-waktu terjadi suatu kebakaran. Harapannya, mereka juga dapat membagi ilmunya ke yang lain. Mengingat simulasi ini penting karena kejadian kebakaran lebih karena faktor manusia.
“Pelatihan pencegahan kebakaran ini sangat penting sekali, sehingga sebagai ibu-ibu rumah tangga tidak bergantung pada suami,kita bisa mandiri di rumah,dengan sosialisasi ini nantinya mereka lebih berhati-hati karena biasanya kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia,seperti lupa mencabut stop kontak listrik, lupa mematikan kompor, dan sebagainya. Nantinya,mereka lebih waspada dan berhati-hati sehingga mereka bisa menjaga keselamatan nyawa maupun harta benda yang ada di rumah maupun di lingkungan sekitarnya,” ungkap Inggit.
Sementara itu Kasatpol PP Kota Pekalongan,Dr Sri Budi Santoso menjelaskan bahwa, api memang berbahaya, terutama jika sudah menyala besar dan tidak terkendali. Tetapi, kebakaran yang disebabkan oleh percikan api umumnya selalu dimulai dari kecil.
“Oleh karena itu, dengan pengetahuan dasar yang diberikan kepada ibu-ibu PKK ini bisa mencegah kebakaran yang lebih besar,minimal mereka tidak panik dan melakukan upaya-upaya minimalisir resiko kebakaran.,” ucap SBS,sapaan akrabnya.
SBS menekankan, untuk menghindari terjadinya kebakaran,ibu-ibu diminta jangan lalai terhadap apa yang tengah dikerjakan seperti meninggalkan setrika dalam keadaan hidup, lupa mematikan kompor saat tidak digunakan, dan seharusnya selalu mengingatkan suaminya untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Kalau ada kejadian kebakaran yang sudah besar,langkah pertama tentu hubungi Damkar,saat di rumah matikan segera instalasi listrik jika tidak digunakan, dan kenali jenis kebakaran itu sendiri.
Misal kebakaran diatas kompor,jangan dipadamkan menggunakan air tetapi bisa menggunakan handuk/karung goni basah, jika kebakaran menimpa suatu benda,segera pisahkan benda-benda itu dari benda lain di lingkungan tersebut agar tidak menjalar dan menjadi lebih besar apinya,” pungkas SBS.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Ketua TP PKK Kota Pekalongan,Hj Inggit Soraya,SSn menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara TP PKK dan Damkar Satpol PP Kota Pekalongan yang telah mengadakan sosialisasi dan simulasi pencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran. Menurutnya, dengan mendapatkan sosialisasi tentang pencegahan dan pelatihan kebakaran dari petugas Damkar Satpol PP Kota Pekalongan, para peserta ibu-ibu tersebut mendapatkan pengetahuan tentang tindakan pertama dan cara penanganan yang perlu dilakukan saat terjadi kebakaran terutama di dapur.
"Karena ibu-ibu PKK ini merupakan ibu rumah tangga yang biasa berkegiatan di rumah dan kegiatannya berdekatan dengan peralatan dapur seperti kompor, listrik,sehingga mereka harus mengetahui pengetahuan dalam meminimalisir terjadinya bencana kebakaran di rumah,”tutur Inggit.
Inggit menilai,antusias ibu-ibu PKK Kota Pekalongan dalam simulasi kebakaran ini sangat tinggi sekali dan mereka senang sekali mendapat pengetahuan dan ilmu baru yang nantinya bisa dipraktekkan jika sewaktu-waktu terjadi suatu kebakaran. Harapannya, mereka juga dapat membagi ilmunya ke yang lain. Mengingat simulasi ini penting karena kejadian kebakaran lebih karena faktor manusia.
“Pelatihan pencegahan kebakaran ini sangat penting sekali, sehingga sebagai ibu-ibu rumah tangga tidak bergantung pada suami,kita bisa mandiri di rumah,dengan sosialisasi ini nantinya mereka lebih berhati-hati karena biasanya kebakaran terjadi akibat kelalaian manusia,seperti lupa mencabut stop kontak listrik, lupa mematikan kompor, dan sebagainya. Nantinya,mereka lebih waspada dan berhati-hati sehingga mereka bisa menjaga keselamatan nyawa maupun harta benda yang ada di rumah maupun di lingkungan sekitarnya,” ungkap Inggit.
Sementara itu Kasatpol PP Kota Pekalongan,Dr Sri Budi Santoso menjelaskan bahwa, api memang berbahaya, terutama jika sudah menyala besar dan tidak terkendali. Tetapi, kebakaran yang disebabkan oleh percikan api umumnya selalu dimulai dari kecil.
“Oleh karena itu, dengan pengetahuan dasar yang diberikan kepada ibu-ibu PKK ini bisa mencegah kebakaran yang lebih besar,minimal mereka tidak panik dan melakukan upaya-upaya minimalisir resiko kebakaran.,” ucap SBS,sapaan akrabnya.
SBS menekankan, untuk menghindari terjadinya kebakaran,ibu-ibu diminta jangan lalai terhadap apa yang tengah dikerjakan seperti meninggalkan setrika dalam keadaan hidup, lupa mematikan kompor saat tidak digunakan, dan seharusnya selalu mengingatkan suaminya untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.
“Kalau ada kejadian kebakaran yang sudah besar,langkah pertama tentu hubungi Damkar,saat di rumah matikan segera instalasi listrik jika tidak digunakan, dan kenali jenis kebakaran itu sendiri.
Misal kebakaran diatas kompor,jangan dipadamkan menggunakan air tetapi bisa menggunakan handuk/karung goni basah, jika kebakaran menimpa suatu benda,segera pisahkan benda-benda itu dari benda lain di lingkungan tersebut agar tidak menjalar dan menjadi lebih besar apinya,” pungkas SBS.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF