Cuaca Ekstrim Picu Stok Darah PMI Kota Pekalongan Kritis

Kota Pekalongan – Cuaca ekstrem dan banjir yang melanda Kota Pekalongan belum lama ini membuat stok darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Pekalongan menipis. Situasi semakin sulit karena sejumlah jalan terendam, sehingga jumlah pendonor menurun drastis, sementara permintaan darah dari rumah sakit tetap berjalan setiap harinya.
Muhammad Fahmi, Pencari Pelestari Donor Darah Sukarela UDD PMI Kota Pekalongan saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (20/1/2026) mengungkapkan kebutuhan darah harian rata-rata berada di angka 35 hingga 40 kantong. Namun, akibat berkurangnya pendonor, stok darah sempat kosong pada Senin, (19/1) lalu. “Kami akhirnya menerima bantuan dropping dari PMI Kabupaten Pemalang,” ungkapnya.
Saat ini, kondisi stok darah masih berada pada level kritis. Untuk mengantisipasi kekurangan stok, PMI Kota Pekalongan mengintensifkan layanan donor darah melalui mobile unit ke berbagai instansi. Beberapa lokasi yang disasar antara lain Rumah Sakit Budi Rahayu, Lima Empat Motor, Pendopo Trade Center, SMA IT Assalam Boarding School, serta sejumlah sekolah dan hotel.
Fahmi menambahkan, golongan darah A dan B menjadi prioritas karena sempat kosong.
Lebih lanjut ia mengimbau masyarakat yang kondisi kesehatannya memungkinkan untuk tetap berdonor, seiring akses menuju kantor PMI yang mulai kembali normal. Masyarakat diingatkan untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem serta memastikan kondisi tubuh fit sebelum melakukan donor darah.
“Kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat, agar stok darah kembali aman dan kebutuhan pasien di rumah sakit dapat terpenuhi,” pungkasnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF