Cegah Covid-19, Sekolah di Kota Pekalongan Disemprot Disinfektan

Upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Pekalongan terus dilakukan oleh Satgas Covid-19 Kota Pekalongan diantaranya dengan melakukan penyemprotan disinfektan ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah Kota Pekalongan, Selasa (31/3/2020).
Koordinator Satgas Covid-19 wilayah Pekalongan Barat sekaligus Satgas BPBD Kota Pekalongan, Imam Sulistyo menuturkan penyemprotan disinfektan ini gencar dilakukan sejak dua minggu lalu saat tim Satgas Covid-19 terbentuk sebagai langkah ikhtiar Pemkot Pekalongan dalam mencegah virus Covid-19 yang saat ini menjadi isu global.
Disampaikan Imam, Satgas Covid-19 ini terdiri dari berbagai elemen unsur baik dari dinas terkait seperti BPBD, Satpol PP, Damkar, Kecamatan, dibantu TNI/POLRI yang ada di Kota Pekalongan untuk memastikan keamanan agar masyarakat Kota Pekalongan terbebas dari pandemi Covid-19.
“Penyemprotan ini sudah mau memasuki hari ke-14, target sasaran penyemprotan seperti ruang-ruang publik, yang pada awalnya dimulai dari masjid, mushola, pasar, dan pada hari ini kami fokuskan di sekolah-sekolah baik PAUD, TK, SD dan Madrasah Diniyah (Madin) menyelesaikan target sekolah yang sebelumnya belum disemprot karena kemarin ada beberapa gedung sekolah yang terkunci sehingga kami tidak bisa melakukan penyemprotan dan akan kami selesaikan pada hari ini atau besok pagi,” terang Imam.
Imam mengungkapkan setiap hari satu tim Satgas Covid-19 Kota Pekalongan yang terdiri dari 7 orang dari unsur BPBD, Satpol PP, Damkar, Petugas Kecamatan dan dibantu TNI/POLRI ini membawa sebanyak 10 liter cairan disinfektan setiap harinya menyisiri sejumlah ruang-ruang publik untuk dilakukan penyemprotan secara berkala.
“Setiap hari, kami dibagi dua tim dari pukul 08.00 pagi hingga menjelang sore. Penyemprotan ini sengaja dilakukan saat sekolah sedang kosong, karena pemerintah sedang menerapkan belajar di rumah kepada para pelajar di Kota Pekalongan. Kami lakukan penyemprotan diseluruh benda-benda yang ada di ruang kelas, kamar mandi sekolah, area bermain anak yang setiap harinya dipegang anak-anak dan sangat rentan banyak virus dan kuman, sehingga upaya ini diharapkan bisa memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Pekalongan,” tukas Imam.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Koordinator Satgas Covid-19 wilayah Pekalongan Barat sekaligus Satgas BPBD Kota Pekalongan, Imam Sulistyo menuturkan penyemprotan disinfektan ini gencar dilakukan sejak dua minggu lalu saat tim Satgas Covid-19 terbentuk sebagai langkah ikhtiar Pemkot Pekalongan dalam mencegah virus Covid-19 yang saat ini menjadi isu global.
Disampaikan Imam, Satgas Covid-19 ini terdiri dari berbagai elemen unsur baik dari dinas terkait seperti BPBD, Satpol PP, Damkar, Kecamatan, dibantu TNI/POLRI yang ada di Kota Pekalongan untuk memastikan keamanan agar masyarakat Kota Pekalongan terbebas dari pandemi Covid-19.
“Penyemprotan ini sudah mau memasuki hari ke-14, target sasaran penyemprotan seperti ruang-ruang publik, yang pada awalnya dimulai dari masjid, mushola, pasar, dan pada hari ini kami fokuskan di sekolah-sekolah baik PAUD, TK, SD dan Madrasah Diniyah (Madin) menyelesaikan target sekolah yang sebelumnya belum disemprot karena kemarin ada beberapa gedung sekolah yang terkunci sehingga kami tidak bisa melakukan penyemprotan dan akan kami selesaikan pada hari ini atau besok pagi,” terang Imam.
Imam mengungkapkan setiap hari satu tim Satgas Covid-19 Kota Pekalongan yang terdiri dari 7 orang dari unsur BPBD, Satpol PP, Damkar, Petugas Kecamatan dan dibantu TNI/POLRI ini membawa sebanyak 10 liter cairan disinfektan setiap harinya menyisiri sejumlah ruang-ruang publik untuk dilakukan penyemprotan secara berkala.
“Setiap hari, kami dibagi dua tim dari pukul 08.00 pagi hingga menjelang sore. Penyemprotan ini sengaja dilakukan saat sekolah sedang kosong, karena pemerintah sedang menerapkan belajar di rumah kepada para pelajar di Kota Pekalongan. Kami lakukan penyemprotan diseluruh benda-benda yang ada di ruang kelas, kamar mandi sekolah, area bermain anak yang setiap harinya dipegang anak-anak dan sangat rentan banyak virus dan kuman, sehingga upaya ini diharapkan bisa memutus rantai penyebaran virus Covid-19 di Kota Pekalongan,” tukas Imam.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF