Capai Cakupan Imunisasi, Pemkot Dorong FKSS Turut Serta Sukseskan BIAN

Kota Pekalongan - Minimnya angka ketercapaian imunisasi anak menjadi permasalahan serius yang mengancam kesehatan buah hati. Selama pandemi covid-19, kurun waktu sekitar dua tahun, capaian imunisasi lengkap anak seperti difteri, polio, campak dan rubela tidak berjalan maksimal. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan mendorong - Forum Kelurahan Siaga Sehat (FKSS) untuk turut serta berperan dalam menyukseskan Bulan Imunisasi Anak (BIAN) di kelurahannya masing-masing. Hal ini disampaikan Wakil Walikota Pekalongan, H Salahudin saat membuka kegiatan Sosialisasi FKSS dalam Rangka Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) Kelurahan Medono, bertempat di Gor Kelurahan Medono, Jumat (12/8/2022).
"Tenaga kesehatan Kota Pekalongan ini terbatas, dengan adanya FKSS, dibantu dengan petugas kelurahan, babinsa, bhabinkamtibmas, kinerja Pemkot untuk menggalakkan imunisasi anak lebih mudah," ucap Wawalkot Salahudin.
Menurutnya, terutama dalam kaitan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa, anak-anak perlu mendapatkan tambahan imunisasi. Sebab, belum tentu orangtua bisa memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun, sehingga harus mendapat perlakuan lebih, disamping memastikan gizi sang anak juga harus seimbang.
"Kami berharap, dalam pelaksanaan BIAN ini bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat terutama orangtua untuk memberikan imunisasi bagi anak-anak yang belum diimunisasi," tegasnya.
Petugas BIAN pada Dinas Kesehatan, Samsiyah Ratnawati, dalam pelaksanaan BIAN ada dua macam, yakni imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak usia 12-59 bulan yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia. Dimana pelaksanaan imunisasi kejar ini mulai Bulan Juni, Juli, dan Agustus. Sedangkan, imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi Campak-Rubella tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi anak usia 9-59 bulan yang dilaksanakan pada Bulan Agustus.
"Cakupannya saat ini masih terus dioptimalkan agar mencapai target sasaran sebesar 90 persen," tutur Samsiyah.
Samsiyah menjelaskan, untuk kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan BIAN ini belum semuanya sadar, sebab sebagian dari masyarakat merasa khawatir jika anaknya setelah diimunisasi akan mengalami demam, dan sebagainya. Padahal, imunisasi ini penting sekali bagi anak dalam membentuk herd immunity.
"Sosialisasi ini kami undang dari kader posyandu, perwakilan RT, RW, FKSS, dimana mereka bisa menggerakkan masyarakat terutama ibu-ibunya untuk bisa membawa anak-anak mereka ke pos-pos pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas maupun posyandu untuk mendapatkan imunisasi," ungkapnya.
Lurah Medono, Maryoto menambahkan bahwa, FKSS Kelurahan Medono terus memberikan masukan,saran, edukasi ke masyarakat untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari mulak pola makan, pola hidup, dalam hal mencegah beragam penyakit, termasuk ikut mendorong pelaksanaan BIAN berkolaborasi dengan Puskesmas Medono dan posyandu-posyandu setempat yang dimulai sejak 3 Agustus 2022 lalu.
"Kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi disini sudah bagus, tetapi memang masih ada sebagian masyarakat yang pengetahuannya belum cukup meraza khawatir jika anaknya diimunisasi akan mengalami gejala panas, demam, dan sebagainya. Sehingga, tugas kami dan para kader pelayanan kesehatan ini untuk bisa memberikan pengertian dan wawasan pentingnya imunisasi. Sebab, jika anak-anak belum diimunisasi, maka mereka rentan terinfeksi penyakit-penyakit yang bisa berakibat fatal, padahal sejatinya penyakit tersebut bisa dicegah dengan imunisasi," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
"Tenaga kesehatan Kota Pekalongan ini terbatas, dengan adanya FKSS, dibantu dengan petugas kelurahan, babinsa, bhabinkamtibmas, kinerja Pemkot untuk menggalakkan imunisasi anak lebih mudah," ucap Wawalkot Salahudin.
Menurutnya, terutama dalam kaitan pelaksanaan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa, anak-anak perlu mendapatkan tambahan imunisasi. Sebab, belum tentu orangtua bisa memberikan ASI eksklusif selama 2 tahun, sehingga harus mendapat perlakuan lebih, disamping memastikan gizi sang anak juga harus seimbang.
"Kami berharap, dalam pelaksanaan BIAN ini bisa benar-benar dimanfaatkan masyarakat terutama orangtua untuk memberikan imunisasi bagi anak-anak yang belum diimunisasi," tegasnya.
Petugas BIAN pada Dinas Kesehatan, Samsiyah Ratnawati, dalam pelaksanaan BIAN ada dua macam, yakni imunisasi kejar berupa pemberian satu atau lebih jenis imunisasi untuk melengkapi status imunisasi dasar maupun lanjutan bagi anak usia 12-59 bulan yang belum menerima dosis vaksin sesuai usia. Dimana pelaksanaan imunisasi kejar ini mulai Bulan Juni, Juli, dan Agustus. Sedangkan, imunisasi tambahan berupa pemberian satu dosis imunisasi Campak-Rubella tanpa memandang status imunisasi sebelumnya bagi anak usia 9-59 bulan yang dilaksanakan pada Bulan Agustus.
"Cakupannya saat ini masih terus dioptimalkan agar mencapai target sasaran sebesar 90 persen," tutur Samsiyah.
Samsiyah menjelaskan, untuk kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan BIAN ini belum semuanya sadar, sebab sebagian dari masyarakat merasa khawatir jika anaknya setelah diimunisasi akan mengalami demam, dan sebagainya. Padahal, imunisasi ini penting sekali bagi anak dalam membentuk herd immunity.
"Sosialisasi ini kami undang dari kader posyandu, perwakilan RT, RW, FKSS, dimana mereka bisa menggerakkan masyarakat terutama ibu-ibunya untuk bisa membawa anak-anak mereka ke pos-pos pelayanan kesehatan terdekat seperti puskesmas maupun posyandu untuk mendapatkan imunisasi," ungkapnya.
Lurah Medono, Maryoto menambahkan bahwa, FKSS Kelurahan Medono terus memberikan masukan,saran, edukasi ke masyarakat untuk selalu menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dari mulak pola makan, pola hidup, dalam hal mencegah beragam penyakit, termasuk ikut mendorong pelaksanaan BIAN berkolaborasi dengan Puskesmas Medono dan posyandu-posyandu setempat yang dimulai sejak 3 Agustus 2022 lalu.
"Kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi disini sudah bagus, tetapi memang masih ada sebagian masyarakat yang pengetahuannya belum cukup meraza khawatir jika anaknya diimunisasi akan mengalami gejala panas, demam, dan sebagainya. Sehingga, tugas kami dan para kader pelayanan kesehatan ini untuk bisa memberikan pengertian dan wawasan pentingnya imunisasi. Sebab, jika anak-anak belum diimunisasi, maka mereka rentan terinfeksi penyakit-penyakit yang bisa berakibat fatal, padahal sejatinya penyakit tersebut bisa dicegah dengan imunisasi," pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF