Budidaya Melon Madu Jadi Sarana Pembinaan Produktif di Rutan Pekalongan

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berinovasi dalam menghadirkan program pembinaan yang produktif bagi warga binaan. Salah satunya melalui kegiatan budidaya melon madu yang kini tengah dikembangkan di area pertanian rutan.
 
Kepala Rutan Kelas IIA Pekalongan, Nanang Adi Susanto, secara langsung meninjau perkembangan kegiatan tersebut pada Senin (20/10/2025).
 
Program ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian di bidang pertanian yang dirancang untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis dan bernilai ekonomi. Dalam kunjungan tersebut, Karutan Nanang didampingi Kasubsi Bimbingan Kegiatan Eko Kurniawan, pejabat struktural, serta sejumlah warga binaan yang turut aktif dalam kegiatan budidaya.
 
Disampaikan Karutan Nanang, tanaman melon madu yang dikelola warga binaan saat ini tumbuh di lahan brandgang seluas sekitar 30 meter persegi. Berdasarkan pantauan, tanaman sudah memasuki usia 13 hari setelah tanam (HST) dengan kondisi pertumbuhan yang cukup baik. Tahapan saat ini adalah perambatan batang ke media bambu dan tali menggunakan metode semi selasah, yakni teknik pertanian sederhana yang memungkinkan pertumbuhan optimal meski di lahan terbatas.
 
“Program ini tidak hanya mengajarkan keterampilan bercocok tanam, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian dan tanggung jawab bagi warga binaan,” ujar Karutan Nanang. 
 
Ia menegaskan bahwa, kegiatan produktif seperti ini sangat penting dalam proses pembinaan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.
 
Menurutnya, pembinaan berbasis ketahanan pangan menjadi salah satu langkah konkret Rutan Pekalongan dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia serta 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas). Melalui kegiatan tersebut, warga binaan dilatih untuk mandiri, berinovasi, dan memiliki kemampuan berwirausaha di bidang pertanian.
 
“Ke depan, kami berencana memperluas jenis tanaman dan memperbanyak jumlah peserta pembinaan agar hasilnya bisa lebih maksimal. Harapannya, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian yang bernilai, tetapi juga membangun karakter positif bagi seluruh warga binaan,” imbuhnya.
 
Lanjutnya, selain menjadi wujud nyata pembinaan produktif, kegiatan budidaya melon madu ini juga menjadi refleksi atas satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selama periode tersebut, pemerintah pusat telah menorehkan berbagai capaian strategis di bidang ekonomi, ketahanan pangan, serta tata kelola pemerintahan.
 
 Pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program pembinaan yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat. Melalui kegiatan seperti budidaya melon madu, diharapkan warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan teknis, tetapi juga tumbuh sebagai individu yang produktif, disiplin, dan siap berkontribusi setelah bebas nanti.
 
“Setiap bibit yang kami tanam di sini bukan hanya untuk panen hasil, tetapi juga panen perubahan karakter dan semangat baru bagi para warga binaan,” tutupnya.
 
(Tim Liputan Kominfo/Dian)