Budaya Kerja PRIMA Jadikan ASN Lebih Baik

Kota Pekalongan, Info Publik - Pemerintah Kota Pekalongan menggelar Sosialisasi Budaya Kerja "PRIMA" di ruang Jetayu Sekda Kota Pekalongan di Jalan Mataram pada Selasa (4/12). Acara ini dihadiri oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dari mulai yang ditingkat Kota, Kecamatan, hingga Kelurahan. Termasuk hadir pula seluruh camat dan lurah di Kota Pekalongan atau yang mewakili. Acara yang berlangsung dari pagi hingga siang hari ini guna menyosialisasikan budaya kerja "PRIMA" kepada seluruh ASN. 

 

Tidak lain, hal ini bertujuan untuk meningkatkan kinerja ASN, sekaligus agar para pelayan masyarakat ini bisa mengikuti peraturan. Mengenai ini, Asisten Administrasi Sekda Kota Pekalongan, Agust Marhaendayana, sempat menyindir ASN yang hadir, karena mereka tidak memakai pakaian sesuai peraturan. Menurut peraturan, bagi wanita, hari ini adalah jatahnya memakai kerudung warna putih. Tapi, masih ada yang memakai tidak sesuai warna yang ditentukan. "Bagi yang belum menerapkan pakaian dinas, kami ingatkan untuk membaca kembali peraturan tentang pakaian dinas," seru Agust. Hal itu sontak membuat seluruh ASN yang hadir tertawa malu. 

 

Budaya Kerja "PRIMA" merupakan lima unsur yang wajib dimiliki para pelayan publik. PRIMA memiliki arti bahwa ASN harus Profesional, Religius, Integritas, Melayani, dan Akuntabel. Ini juga merupakan langkah jitu untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dan dan bersih dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

 

Namun, tidak dapat dipungkiri, bahwa masih ada permasalahan dikalangan pejabat pemerintahan. Menurut Agust, persoalan tersebut diantaranya, belum optimalnya kinerja ASN, lemahnya disiplin, dan budaya kerja teratur. 

 

Seirama dengan itu, Assisten Pemerintahan Sekda, yang kebetulan bertindak sebagai pemateri utama dalam acara tersebut, R Doyo Budi Wibowo, juga mengungkapkan salah satu cara guna meningkatkan kinerja ASN dalam melayani masyarakat adalah cepat dan tanggap dalam menganggapi pengaduan dari masyarakat. Untuk ini, Kota Pekalongan dianggap belum efektif dalam menanggapi pengaduan dari masyarakat. Namun, Doyo tetap mewanti-wanti kepada seluruh ASN agar bisa efektif dan efisien agar pengaduan dari masyarakat bisa segera direspon. Sehingga sanggup memperbaiki kinerja ASN.

 

ASN juga dituntut  kreatif dan inovatif. "Tentunya dalam hal ini, harus dilakoni, dan dilakukan secara kreatif dan inovatif. Jangan terlalu kenceng dan ngotot," pungkas Doyo. 

 

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan )