Brimob Jateng dan Relawan Siap Tangguh Hadapi Bencana di Kota Pekalongan

Kota Pekalongan — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Korps Brimob Polri, Satuan Brimob Polda Jawa Tengah menggelar kegiatan Sarasehan Penanggulangan Bencana Alam yang berlangsung di Hotel Dafam Pekalongan. Kegiatan ini mengusung tema “Penanggulangan Bencana Alam oleh Personel Sat Brimob Polda Jawa Tengah Bersama Instansi Terkait” dan dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, organisasi kemanusiaan, serta relawan kebencanaan.

Sarasehan ini bertujuan memperkuat sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana alam, terutama di wilayah rawan seperti Kota Pekalongan dan sekitarnya. Sebagai pasukan elit Polri, Korps Brimob tak hanya berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga aktif dalam misi kemanusiaan, termasuk operasi pencarian dan pertolongan (SAR) saat terjadi bencana.

“Dengan motto Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan, Brimob selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan dan perlindungan. Kami tidak hanya menjaga keamanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membantu masyarakat dalam situasi darurat,” tegas Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Jateng Kombes Pol Noor Hudaya saat membuka kegiatan Sarasehan HUT ke-80  Korps Brimob Polri Tahun 2025 berlangsung di Hotel Dafam Kota Pekalongan, Kamis (06/11/2025).

Acara ini turut dihadiri Kapolres Pekalongan Kota AKBP Riki Yariandi, Danyon B Pelopor Sat Brimob Polda Jateng Kompol Agung Hery Nugroho, serta Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan Slamet Budiyanto yang hadir mewakili Wali Kota Pekalongan. Hadir pula Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto, Ketua PMI Kota Pekalongan Dwi Arie Putranto, inisiator komunitas Pekalongan Tanggap Ahmad Fahmi Syahab, serta para relawan dan unsur SAR dari berbagai organisasi.

Dalam arahannya, Kombes Pol Noor Hudaya menuturkan bahwa, Jawa Tengah memiliki karakteristik geografis dan topografi yang kompleks, menjadikannya salah satu provinsi dengan tingkat kerawanan bencana tertinggi di Indonesia.

“Jawa Tengah bisa dikatakan sebagai laboratorium bencana. Hampir semua jenis bencana ada di sini, mulai dari banjir, tanah longsor, gempa bumi, hingga erupsi gunung berapi. Hal ini menuntut semua pihak untuk memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, dan koordinasi agar kita tangguh menghadapi setiap situasi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Sat Brimob Polda Jateng telah dilengkapi sumber daya manusia dan peralatan yang mumpuni untuk mendukung operasi kemanusiaan, seperti tim evakuasi, dapur lapangan, tenaga medis, serta dukungan logistik dan teknis.

“Kegiatan ini menjadi momentum mempererat sinergi dan membangun sistem penanganan bencana yang cepat, tepat, dan tanggap,” imbuhnya.

Melalui kegiatan sarasehan ini, ia menegaskan bahwa, Brimob sebagai pasukan yang tak hanya tangguh di medan taktis, tetapi juga humanis di tengah masyarakat. Dengan semangat profesional, modern, dan humanis, pihaknya berkomitmen bahwa, Brimob menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan pertolongan kemanusiaan.

“Pengabdian kepada bangsa tidak selalu lewat senjata, tapi juga lewat empati, kesiapsiagaan, dan keberanian membantu sesama. Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan bukan sekadar semboyan, tapi komitmen yang kami buktikan dalam setiap langkah,” pungkas Kombes Noor Hudaya.

Sarasehan tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga forum diskusi interaktif antara para peserta dan narasumber. 

Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha, turut menjadi pembicara dalam sesi tersebut. Diskusi berjalan hangat dan produktif. Para peserta yang terdiri dari anggota Brimob, relawan, BPBD, PMI, dan organisasi SAR berbagi pengalaman terkait tantangan di lapangan, terutama soal koordinasi dan komunikasi antarinstansi dalam situasi darurat.

Beberapa topik strategis dibahas mendalam, seperti sistem komando lapangan terpadu (incident command system), pemanfaatan teknologi informasi untuk pemantauan bencana, hingga optimalisasi peran relawan lokal.

“Dari kegiatan ini kami berharap terbentuk satu pemahaman bersama dan jaringan yang kuat antara semua pihak. Karena dalam kondisi bencana, waktu adalah segalanya. Koordinasi yang cepat bisa menyelamatkan banyak nyawa,” ujar Dimas.

Sebagai puncak kegiatan, dilakukan penandatanganan Pakta Integritas Kerja Sama Penanggulangan Bencana antara Sat Brimob Polda Jawa Tengah, BPBD Kota Pekalongan, PMI, serta perwakilan relawan dan unsur SAR. Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen bersama seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Tengah.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi atas langkah Brimob yang terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat.

“Pemerintah Kota Pekalongan sangat berterima kasih kepada Brimob dan seluruh relawan. Kolaborasi ini sangat penting karena Pekalongan merupakan daerah yang cukup rentan terhadap banjir dan rob. Dengan kesiapsiagaan bersama, kita bisa meminimalisir dampak dan korban,” tukasnya.


(Tim Liputan Kominfo/Dian)