BNPB Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Banjir Kota Pekalongan, Seluruh Usulan Terpenuhi

Kota Pekalongan – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyalurkan dukungan logistik dan peralatan penanganan darurat bencana banjir kepada Pemerintah Kota Pekalongan, di Ruang Rapat TPAD setempat, Rabu (21/1/2026). Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB, Andi Eviana kepada Wali Kota Pekalongan, HA Afzan Arslan Djunaid. Penyerahan dirangkaikan dengan rapat koordinasi penanganan darurat bencana bersama Wali Kota Pekalongan, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, serta camat wilayah terdampak. 
 
Deputi Andi Eviana menyampaikan bahwa sejak sehari sebelumnya tim BNPB telah berada di Kota Pekalongan untuk melakukan koordinasi langsung dengan Kalakhar BPBD Kota Pekalongan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, serta unsur terkait lainnya guna menyusun rencana penyaluran bantuan logistik dan peralatan.
 
“Hari ini kami melaksanakan rapat koordinasi bersama Wali Kota Pekalongan, seluruh OPD teknis terkait, serta empat camat dari wilayah terdampak banjir dan pengungsian. Pada kesempatan ini kami juga menyerahkan bantuan logistik dan peralatan secara simbolis agar dapat segera dimanfaatkan di lapangan,” ujar Deputi Andi Eviana.
 
Ia merinci bantuan yang diserahkan meliputi pompa alkon 6 HP sebanyak 3 unit, perahu karet 3 unit, mesin perahu 25 HP 3 unit, gergaji mesin 5 unit, kaos lapangan oranye 100 lembar, sepatu boots 55 pasang, serta jas hujan 55 pcs, dengan total nilai bantuan mencapai Rp573.734.000.
 
Selain itu, ia menyebutkan bahwa BNPB juga menyerahkan 1 unit mobil pick-up operasional untuk mendukung kegiatan penanggulangan bencana dan distribusi bantuan, yang saat ini telah ditempatkan di Kantor BPBD Kota Pekalongan.
 
Wali Kota Aaf menerangkan bahwa dukungan BNPB sangat signifikan dan tepat sasaran. Ia menyampaikan apresiasi tinggi karena seluruh kebutuhan dan usulan peralatan yang diajukan Pemerintah Kota Pekalongan dipenuhi sepenuhnya oleh BNPB tanpa terkecuali.
 
“Alhamdulillah, seluruh usulan bantuan yang kami ajukan kepada BNPB dipenuhi 100 persen. Ini sangat membantu kami di lapangan, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan yang masih tinggi dan potensi banjir susulan,” terangnya.
 
Ia menjelaskan bahwa pada malam sebelumnya intensitas hujan masih cukup tinggi sehingga menyebabkan luapan sungai di Kecamatan Pekalongan Selatan yang berdampak hingga wilayah kecamatan lain. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif melalui rapat tanggap darurat yang dilaksanakan setiap hari.
 
“Kami tidak hanya menghadapi banjir, tetapi juga dampak angin puting beliung di beberapa wilayah. Mitigasi di lapangan menjadi sangat penting, dan seluruh unsur sudah bekerja maksimal,” tambahnya.
 
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Pekalongan telah mendirikan posko tanggap darurat di Dinsos-P2KB yang dilengkapi dengan dapur umum, melibatkan unsur TNI, Polri, serta partisipasi masyarakat. Seluruh bantuan logistik dan peralatan dari BNPB akan segera didistribusikan kepada masyarakat terdampak.
 
Dengan dipenuhinya seluruh usulan bantuan oleh BNPB, Wali Kota Aaf optimistis upaya penanganan darurat bencana banjir dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran demi keselamatan serta pemulihan kondisi masyarakat.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)