Bimtek Sinkronisasikan Promosi Pariwisata Pekalongan Raya

Guna menggencarkan promosi pariwisata di wilayah Peklaongan Raya yakni, Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia melalui Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Sinkronisasi Promosi Pariwisata di Pasar Asia Pasifik dan Amerika di Krakatau Hall Hotel Horison Kota Pekalongan, Rabu (6/8/2019).
Kegiatan yang bertujuan untuk menjadikan Pekalongan Raya sebagai tujuan wisata bagi wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara ini disambut baik oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui Sekda Kota Peklaongan, Sri Ruminingsih. Anggota Komisi X DPR RI, Marlinda Irwanti, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Taufik Nur Hidayat, Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kota Pekalongan.
Sri Ruminingsih menyampaikan bahwa saat ini akses jalan tol akan memudahkan para wisatawan berkunjung ke Kota Pekalongan. Selain melalui jalur kereta, jalur tol bisa jadi alternatif. Bahkan dari Jakarta ke Pekalongan hanya menempuh waktu 4 jam melalui jalan darat dan dari Semarang ke Kota Pekalongan hanya menggunakan waktu tempuh satu jam. “Mudahnya akses menuju ke Kota Pekalongan tentu akan memudahkan pengembangan pariwisata. Selain itu kami juga berupaya untuk mendukung dengan berbagai eventt pariwisata,” tutur Sri Ruminingsih.
Menurut Sri Ruminingsih kabupaten dan kota di Pekalongan raya ini harus bisa bersinergi, melalui bimtek ini dapat membuat paket wisata mulai dari wisata alam, wisata belanja, heritage, kuliner, dan wisata belanja dapat dikembangkan bersama. “Mudah-mudahan setelah bimtek ini muncul paket wisata yang dapat mensinergikan wisata Pekalongan Raya yang ramah dengan berbagi unsur pendukungnya,” ujar Sri Rumingsih.
Perwakilan Kementerian Pariwisata RI, Taufik Nur Hidayat mngutarakan bahwa Pekalongan Raya mempunyai potensi sumber daya alam yang indah yang tentu harus dibarengi dengan keunggulan yang kompetitif. Tidak hanya komparatif tetapi mutu, kualitas, dan pengetahuan masyarakat tentang pariwisata. “Pada bimtek ini marilah tumbuhkan skill kita menggali berbagai potensi di Pekalongan Raya. Kota Pekalongan tidak punya sumber daya alam yang mumpuni tapi punya kreativitas luar biasa. Kreativitas adalah mata uang karena menjadi hal berharga untuk meningkatkan pariwisata,” tandas Taufik
Anggota Komisi X DPR RI, Marlinda Irwanti menyampaikan harapannya terhadap pariwisata di Pekalongan Raya ini bisa sinergi dan mendunia. Pariwisata menjadi peringkat 1 penyumbang devisa negara terbanyak. “Saya optimis pariwisata di Indonesia bisa menjadi sektor yang luar biasa dan ini tentu harus didukung dengan menggali potensi daerah serta menggencarkan lagi promosi pariwisata di Pekalongan Raya,” pungkas Marlinda.
PRINT +
DOWNLOAD PDF