Bimtek Cerpen Bekali Anak Muda Pekalongan Angkat Kearifan Lokal

Bimtek Cerpen Bekali Anak Muda Pekalongan Angkat Kearifan Lokal
Kota Pekalongan — Upaya menghidupkan literasi sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda terus didorong melalui kegiatan kreatif. Salah satunya dengan membekali anak-anak dan remaja keterampilan menulis cerpen yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Menulis Cerpen Muatan Lokal yang digelar di Taman Baca Masyarakat (TBM) Dimurti, Jalan Mangga, Binagriya, Kota Pekalongan, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan diikuti perwakilan Forum Anak Kota Batik (FANTATIK), serta diresmikan Bunda Literasi Kecamatan Pekalongan Barat, Sri Windu Ningsih, dan dihadiri Bunda Literasi Kelurahan Pringrejo, Chamidah.
Sri Windu mengatakan, penulisan cerpen menjadi cara kreatif untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. Ia melihat, kearifan lokal tidak hanya berupa cerita rakyat, tetapi juga tradisi, nilai-nilai luhur, dan kebudayaan daerah yang perlu dirawat dan dilestarikan.
“Kearifan lokal itu kan dapat berupa cerita rakyat, tradisi, nilai-nilai luhur, kemudian kebudayaan daerah. Semuanya itu perlu kita rawat, perlu kita hidupkan dan dilestarikan,” katanya.
Ia menilai, melalui cerpen, nilai-nilai budaya dapat dikemas lebih menarik sehingga mudah dipahami dan menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Mahfud, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian kelima dari rangkaian kegiatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bimtek bertujuan memberikan pemahaman teknik menulis cerpen yang baik kepada masyarakat, khususnya Forum Anak Kota Pekalongan.
“Diharapkan dengan adanya bimtek ini masyarakat, khususnya Forum Anak Kota Pekalongan, bisa mengembangkan bagaimana cara menulis cerpen yang baik, kemudian bisa dikonsumsi untuk khalayak umum,” ujarnya.
Mahfud menambahkan, Dinarpus akan melanjutkan kolaborasi dengan Forum Anak melalui berbagai kegiatan positif selama liburan sekolah. Kegiatan penulisan cerpen dapat dikembangkan sebagai agenda lanjutan agar ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada bimtek, tetapi dapat ditularkan kepada anak-anak lainnya.
Selain itu, Mahfud mengingatkan generasi muda agar semakin cakap berliterasi di tengah derasnya arus informasi media sosial. Masyarakat diimbau memilah informasi serta memastikan kebenaran dan manfaatnya sebelum membagikan.
“Kita mengimbau masyarakat kaitannya dengan medsos, bisa memilah, memilih, dan mengambil berita yang positif. Jangan sampai asal langsung share berita tersebut. Kita kaji dulu sebelum dibagikan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Pengelola TBM Dimurti, Sri Widiati, mengungkapkan bahwa karya peserta nantinya diarahkan untuk dibukukan dalam bentuk antologi cerpen. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki minat menulis untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Anak-anak ini kita fasilitasi. Saya senang anak-anak muda itu pada giat menulis. Nanti cerpen itu kita bukukan sebagai antologi,” ungkapnya.
Ditambahkan, perwakilan FANTATIK, Muhammad Narendra Prayata, keikutsertaan anak-anak dalam bimtek menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi. Baginya, literasi tidak hanya berhenti pada membaca, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk karya.
“Selain meningkatkan literasi dengan membaca, setelah membaca apa yang bisa kita aplikasikan? Contohnya dengan cerpen, kita membuat cerpen. Jadi setelah membaca satu cerpen, kita bisa mengaplikasikannya dengan membuat cerpen sendiri,” terangnya.
FANTATIK mendorong anak-anak di Kota Pekalongan meluangkan waktu tanpa gawai, baik satu jam maupun satu hari, untuk membaca, menulis, bermain, serta berinteraksi langsung bersama keluarga dan teman.
“Kita mengajak anak-anak semua di Kota Pekalongan untuk melakukan program satu jam tanpa gadget atau satu hari tanpa gadget. Meluangkan waktu untuk literasi, berkumpul dengan keluarga, bermain bersama secara offline,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, FANTATIK mengikutsertakan 13 anak sebagai perwakilan. Narendra berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diteruskan kepada anak-anak lainnya.
“Harapannya bagi teman-teman dan bagi saya sendiri, kita bisa menyalurkan ide-ide dan pelajaran dari sini kepada anak-anak, karena kita sebagai Forum Anak adalah menjadi jembatan antara anak dengan pemerintah,” tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Allem)
Kota Pekalongan — Upaya menghidupkan literasi sekaligus mengenalkan kearifan lokal kepada generasi muda terus didorong melalui kegiatan kreatif. Salah satunya dengan membekali anak-anak dan remaja keterampilan menulis cerpen yang mengangkat nilai-nilai budaya daerah.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Bimbingan Teknis Menulis Cerpen Muatan Lokal yang digelar di Taman Baca Masyarakat (TBM) Dimurti, Jalan Mangga, Binagriya, Kota Pekalongan, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan diikuti perwakilan Forum Anak Kota Batik (FANTATIK), serta diresmikan Bunda Literasi Kecamatan Pekalongan Barat, Sri Windu Ningsih, dan dihadiri Bunda Literasi Kelurahan Pringrejo, Chamidah.
Sri Windu mengatakan, penulisan cerpen menjadi cara kreatif untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kearifan lokal kepada generasi muda. Ia melihat, kearifan lokal tidak hanya berupa cerita rakyat, tetapi juga tradisi, nilai-nilai luhur, dan kebudayaan daerah yang perlu dirawat dan dilestarikan.
“Kearifan lokal itu kan dapat berupa cerita rakyat, tradisi, nilai-nilai luhur, kemudian kebudayaan daerah. Semuanya itu perlu kita rawat, perlu kita hidupkan dan dilestarikan,” katanya.
Ia menilai, melalui cerpen, nilai-nilai budaya dapat dikemas lebih menarik sehingga mudah dipahami dan menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
Sementara itu, Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan, Mahfud, menuturkan kegiatan tersebut merupakan bagian kelima dari rangkaian kegiatan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Bimtek bertujuan memberikan pemahaman teknik menulis cerpen yang baik kepada masyarakat, khususnya Forum Anak Kota Pekalongan.
“Diharapkan dengan adanya bimtek ini masyarakat, khususnya Forum Anak Kota Pekalongan, bisa mengembangkan bagaimana cara menulis cerpen yang baik, kemudian bisa dikonsumsi untuk khalayak umum,” ujarnya.
Mahfud menambahkan, Dinarpus akan melanjutkan kolaborasi dengan Forum Anak melalui berbagai kegiatan positif selama liburan sekolah. Kegiatan penulisan cerpen dapat dikembangkan sebagai agenda lanjutan agar ilmu yang diperoleh peserta tidak berhenti pada bimtek, tetapi dapat ditularkan kepada anak-anak lainnya.
Selain itu, Mahfud mengingatkan generasi muda agar semakin cakap berliterasi di tengah derasnya arus informasi media sosial. Masyarakat diimbau memilah informasi serta memastikan kebenaran dan manfaatnya sebelum membagikan.
“Kita mengimbau masyarakat kaitannya dengan medsos, bisa memilah, memilih, dan mengambil berita yang positif. Jangan sampai asal langsung share berita tersebut. Kita kaji dulu sebelum dibagikan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Pengelola TBM Dimurti, Sri Widiati, mengungkapkan bahwa karya peserta nantinya diarahkan untuk dibukukan dalam bentuk antologi cerpen. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak muda yang memiliki minat menulis untuk terus mengembangkan kemampuan.
“Anak-anak ini kita fasilitasi. Saya senang anak-anak muda itu pada giat menulis. Nanti cerpen itu kita bukukan sebagai antologi,” ungkapnya.
Ditambahkan, perwakilan FANTATIK, Muhammad Narendra Prayata, keikutsertaan anak-anak dalam bimtek menjadi bagian dari upaya meningkatkan budaya literasi. Baginya, literasi tidak hanya berhenti pada membaca, tetapi perlu diwujudkan dalam bentuk karya.
“Selain meningkatkan literasi dengan membaca, setelah membaca apa yang bisa kita aplikasikan? Contohnya dengan cerpen, kita membuat cerpen. Jadi setelah membaca satu cerpen, kita bisa mengaplikasikannya dengan membuat cerpen sendiri,” terangnya.
FANTATIK mendorong anak-anak di Kota Pekalongan meluangkan waktu tanpa gawai, baik satu jam maupun satu hari, untuk membaca, menulis, bermain, serta berinteraksi langsung bersama keluarga dan teman.
“Kita mengajak anak-anak semua di Kota Pekalongan untuk melakukan program satu jam tanpa gadget atau satu hari tanpa gadget. Meluangkan waktu untuk literasi, berkumpul dengan keluarga, bermain bersama secara offline,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, FANTATIK mengikutsertakan 13 anak sebagai perwakilan. Narendra berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diteruskan kepada anak-anak lainnya.
“Harapannya bagi teman-teman dan bagi saya sendiri, kita bisa menyalurkan ide-ide dan pelajaran dari sini kepada anak-anak, karena kita sebagai Forum Anak adalah menjadi jembatan antara anak dengan pemerintah,” tutupnya.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea/Allem)
PRINT +
DOWNLOAD PDF