Bijak Memanfaatkan Gawai, iPusnas Jadi Pilihan Akses Bacaan Digital

Bijak Memanfaatkan Gawai, iPusnas Jadi Pilihan Akses Bacaan Digital

Kota Pekalongan - Perkembangan teknologi digital membuka peluang yang semakin luas bagi masyarakat untuk mengakses informasi dan bahan bacaan secara mudah. Salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan adalah iPusnas, perpustakaan digital milik Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI), yang menyediakan beragam koleksi buku digital untuk berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga dewasa.

Melalui aplikasi iPusnas, masyarakat dapat mengakses berbagai buku fiksi, nonfiksi, dan referensi lainnya kapan saja dan di mana saja melalui telepon pintar. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan budaya baca sekaligus memperkuat literasi digital di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

Relawan Literasi Masyarakat Perpusnas RI Kota Pekalongan, Mailis Saidah, mengungkapkan bahwa perkembangan dunia digital merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, masyarakat perlu memanfaatkan teknologi secara bijak dengan menjadikan telepon pintar sebagai sarana untuk memperoleh informasi yang positif dan bermanfaat.

"Handphone ibarat dua mata pisau. Di satu sisi memberikan banyak manfaat, namun di sisi lain juga dapat menimbulkan dampak negatif apabila tidak digunakan secara bijak. Karena itu, mari manfaatkan gawai untuk mengakses informasi yang berkualitas, salah satunya melalui iPusnas," ungkapnya.

Selain memanfaatkan layanan perpustakaan digital, Mailis juga mengingatkan pentingnya pendampingan orang tua dalam penggunaan gawai oleh anak. Menurutnya, literasi digital perlu diiringi dengan penguatan etika bermedia sosial, menjaga privasi, serta mencegah perundungan (bullying), baik di dunia nyata maupun di ruang digital.

Selain iPusnas, Perpusnas RI juga menyediakan layanan digital lainnya, seperti e-Resources Perpusnas dan Indonesia OneSearch, yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk memperoleh referensi ilmiah dan sumber informasi yang kredibel.

Berbagai layanan digital tersebut, masyarakat diharapkan semakin cakap dalam menyaring informasi, memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, serta menjadikan ruang digital sebagai sarana untuk belajar dan meningkatkan budaya literasi.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)