Berdayakan Masyarakat melalui Capacity Building BKM

Kota Pekalongan, Info Publik - Dalam rangka mewujudkan pemberdayaan masyarakat di tingkat kelurahan, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Forum Antara Badan Keswadayaan Masyarakat (FA-BKM) Kota Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Capacity Building BKM, Sekretariat dan Fasilitator bertempat di Ruang Aula PKK Kota Pekalongan, Senin (19/11/2018).
Dibuka oleh Assisten II Bidang Pembangunan Pemerintah Kota Pekalongan Setda Kota Pekalongan, Sri Wahyuni dan turut dihadiri Koordinator FA-BKM Kota Pekalongan, Sujaka Martana, Plt. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinperkim) Kota Pekalongan, Andrianto, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo , dan sejumlah pengurus BKM yang terdiri Koordinator, Kesekretariatan dan Fasilitator tiap Kelurahan se-Kota Pekalongan.
Assisten II Bidang Pembangunan Pemerintah Kota Pekalongan Setda Kota Pekalongan, Sri Wahyuni dalam laporannya menerangkan bahwa sesuai amanah Perda No. 11 Tahun 2008 mengenai Percepatan Pembangunan Keluarga Sejahtera Berbasis Masyarakat yang meliputi 5 aspek yang akan diwujudkan dalam pemberdayaan masyarakat melalui BKM yakni : Orang miskin bisa bersekolah, bisa sehat, berusaha mandiri, tidak tinggal di kawasan kumuh dan peningkatan kapasitas kelembagaan yang mengelola pemberdayaan masyarakat melalui BKM.
"Pemberdayaan masyarakat digunakan dan sangat perlu dilakukan sebagai salah satu kunci strategi keberhasilan pembangunan di tingkat kelurahan khususnya dan terbukti pada Hari Pemberdayaan Nasional di Samarinda Kota Pekalongan mendapat Penghargaan sebagai Kota Pemberdayaan Terbaik 1", ujar Sri Wahyuni.
Bertindak sebagai pemateri dalam kegiatan tersebut Plt. Kepala Dinperkim Kota Pekalongan, Andrianto menyampaikan materi terkait Mewujudkan Kota Pekalongan Tanpa Kumuh dan Sekretaris BAPPEDA Kota Pekalongan, Cayekti Widigdo yang memaparkan mengenai Perencanaan Pembangunan Kelurahan.
Menurut Plt. Dinperkim Kota Pekalongan, Andrianto menerangkan berbagai program yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dan pemerintah pusat telah mengurangi kawasan kumuh di Kota Pekalongan seluas 39,77 hektare atau 20 persen dari luas kawasan kumuh di Kota Pekalongan.
"Tahun 2014, kawasan kumuh di Kota Pekalongan ditetapkan 195,59 hektare. Kawasan kumuh tersebut tersebar di 17 lokasi di 13 kelurahan. Setelah dilakukan program Implementasi Kawasan Tanpa Kumuh baik melalui Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP-2) dan National Slum Upgrading Program (NSUP), kegiatan sektoral seperti air bersih, sanitasi dan juga pengevaluasian APBD di awal tahun 2018 yang menggunakan data baseline 100-10-100 sesuai PERMENPU 2 Tahun 2016, dimana ada 7 aspek dan 19 kriteria kawasan kumuh yang harus dituntaskan", ujar Andrianto.
Andrianto menambahkan 70% kawasan kumuh di Kota Pekalongan di dominasi di wilayah Pekalongan Utara yang mana permasalahan paling banyak dialami adalah masalah drainase lingkungan, persampahan dan proteksi kebakaran. Untuk menuntaskan kawasan kumuh di Kota Pekalongan akan dilakukan secara bertahap per kawasan. Menurutnya, pemerintah melalui Dinperkim berupaya maksimal untuk menuntaskan masalah kawasan kumuh di Kota Pekalongan pada tahun 2019.
Dilain pihak, Koordinator FA-BKM Kota Pekalongan, Sujaka Martana yang ditemui seusai acara, mengatakan bahwa tujuan diselenggarakan kegiatan ini adalah memberikan pembekalan kemampuan dan peningkatan kapasitas dari lembaga pelaksana dalam hal ini BKM guna mewujudkan penanganan masalah pemberdayaan masyarakat.
"Upaya Pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan salah satunya melalui pemberdayaan masyarakat. Lembaga pemerintah yang menangani masalah pemberdayaan masyarakat adalah Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Dalam melaksanakan misi pemberdayaan masyarakat, BKM menumbuhkembangkan kelompok-kelompok swadaya masyarakat sebagai media belajar masyarakat untuk memecahkan masalah kemiskinan secara mandiri", kata Sujaka.
Sujaka menjelaskan kegiatan ini dilakukan selama 2 hari yaitu 19-20 November 2018 dimana hari pertama berupa pemberian materi dari narasumber dan hari kedua, Selasa (20/11) akan diadakan kegiatan Outbond bagi para pengurus BKM yang hadir di Kalipaingan, Paninggaran untuk membangun kebersamaan dan kepercayaan diantara tim pengurus BKM.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF