Beragam Lomba Jadi Ruang Siswa Kota Pekalongan Eksplorasi Bakat Nonakademik

Beragam Lomba Jadi Ruang Siswa Kota Pekalongan Eksplorasi Bakat Nonakademik
Kota Pekalongan – Beragam ajang perlombaan yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan dan mengeksplorasi bakat di luar kemampuan akademik. Salah satunya melalui Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) yang mempertemukan siswa dalam berbagai bidang pengetahuan, seni, dan keterampilan.
Keberadaan berbagai kompetisi tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua peserta. Mereka menilai, ruang kompetisi penting untuk memberikan kesempatan kepada anak mengasah kemampuan sesuai minat dan bakatnya.
“Bagi orang tua sangat senang karena ada wadah untuk anak-anak lebih mengeksplorasi bakatnya, terutama bakat-bakat nonakademik. Kami sebagai orang tua tentu excited karena ada fasilitas dari Dinas Pendidikan untuk lebih mengeksplorasi bakat anak,” ujar Iza Himawati, salah satu orang tua peserta didik yang ikut lomba MAPSI tingkat Kota Pekalongan belum lama ini.
Dalam MAPSI, putrinya mengikuti cabang seni kaligrafi. Persiapan pun relatif lebih mudah karena kaligrafi telah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Latihan kemudian lebih diintensifkan sekitar satu hingga dua bulan sebelum perlombaan.
Menurutnya, semakin beragam bidang yang dilombakan, semakin banyak pula potensi siswa yang dapat terwadahi. Karena itu, ia berharap ke depan Dindik dapat menghadirkan lebih banyak cabang lomba sehingga kesempatan siswa untuk menunjukkan bakat semakin terbuka.
Ia juga berharap sistem penilaian dalam setiap kompetisi terus disempurnakan agar berlangsung objektif dan adil.
“Harapannya ke depan lebih banyak lagi cabang lomba yang bisa diikuti anak-anak, kemudian sistem penilaiannya juga bisa lebih fair, sehingga anak-anak makin semangat dan bakatnya semakin bagus tereksplor,” harapnya.
Melalui berbagai ajang kompetisi tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menemukan, mengasah, dan mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Beragam ajang perlombaan yang digelar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan dan mengeksplorasi bakat di luar kemampuan akademik. Salah satunya melalui Lomba Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Seni Islami (MAPSI) yang mempertemukan siswa dalam berbagai bidang pengetahuan, seni, dan keterampilan.
Keberadaan berbagai kompetisi tersebut mendapat sambutan positif dari orang tua peserta. Mereka menilai, ruang kompetisi penting untuk memberikan kesempatan kepada anak mengasah kemampuan sesuai minat dan bakatnya.
“Bagi orang tua sangat senang karena ada wadah untuk anak-anak lebih mengeksplorasi bakatnya, terutama bakat-bakat nonakademik. Kami sebagai orang tua tentu excited karena ada fasilitas dari Dinas Pendidikan untuk lebih mengeksplorasi bakat anak,” ujar Iza Himawati, salah satu orang tua peserta didik yang ikut lomba MAPSI tingkat Kota Pekalongan belum lama ini.
Dalam MAPSI, putrinya mengikuti cabang seni kaligrafi. Persiapan pun relatif lebih mudah karena kaligrafi telah menjadi salah satu kegiatan ekstrakurikuler di sekolah. Latihan kemudian lebih diintensifkan sekitar satu hingga dua bulan sebelum perlombaan.
Menurutnya, semakin beragam bidang yang dilombakan, semakin banyak pula potensi siswa yang dapat terwadahi. Karena itu, ia berharap ke depan Dindik dapat menghadirkan lebih banyak cabang lomba sehingga kesempatan siswa untuk menunjukkan bakat semakin terbuka.
Ia juga berharap sistem penilaian dalam setiap kompetisi terus disempurnakan agar berlangsung objektif dan adil.
“Harapannya ke depan lebih banyak lagi cabang lomba yang bisa diikuti anak-anak, kemudian sistem penilaiannya juga bisa lebih fair, sehingga anak-anak makin semangat dan bakatnya semakin bagus tereksplor,” harapnya.
Melalui berbagai ajang kompetisi tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkompetisi, tetapi juga kesempatan untuk menemukan, mengasah, dan mengembangkan potensi sesuai minat dan bakat masing-masing.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF