Belum Ada Laporan Kejadian KIPI Usai Divaksin

Kota Pekalongan - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan belum menerima laporan ada penerima vaksin Covid-19 yang mengalami gejala efek samping yang berat sehari setelah vaksinasi. Vaksinasi di Kota Pekalongan telah dimulai sejak 25 Januari 2021 lalu saat pencanangan vaksinasi di Kota Pekalongan yang dipusatkan di Aula RSUD Bendan.

Direktur RSUD Bendan, dr Junaedi Wibawa,MSi Med SpPK mengungkapkan bahwa dari pelaksanaan vaksinasi di RSUD Bendan sendiri, hanya ada 2 orang yang mengalami alergi usai divaksin. Namun,kejadian tersebut tidak masuk dalam kriteria Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Karena disamping tidak terdapat syarat-syarat yang memenuhi kriteria KIPI juga, mereka memang sebelumnya memiliki riwayat alergi, walaupun tidak ditemukan alergi vaksin-vaksin sbelumnya, sehingga kedua orang tersebut sedang kami konsultasikan dengan tim KIPI Jawa Tengah apakah di pemberian vaksin dosis kedua ini akan bisa diteruskan untuk menerima vaksin dosis kedua atau tidak,” terangnya.

dr Junaedi mengungkapkan, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bendan, Kota Pekalongan menjadi rujukan penanganan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) vaksinasi Covid-19. Empat kamar disiapkan guna merawat orang yang mengalami efek samping setelah divaksin. Penerima vaksin yang menunjukan gejala KIPI, bakal menerima pengobatan dan perawatan yang biayanya ditanggung Pemkot Pekalongan. Selama vaksinasi dilaksanakan, pihaknya menyebutkan,73 persen dari seluruh tenaga kesehatan yang ada di RSUD Bendan sebanyak 600 orang atau sekitar 438 orang telah divaksin dosis pertama pada akhir Januari lalu.

“Sementara, sisanya batal divaksin karena sebagian besar dari mereka pernah terpapar Covid-19 (penyintas Covid) dan sebagian lainnya memiliki riwayat penyakit penyerta (kormobid) yang tidak memungkinkan untuk divaksin,sementara yang memenuhi syarat, sudah kami vaksin semua,” pungkasnya.


(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)