Belajar Budidaya Jamur, Warga Binaan Lapas Pekalongan Makin Produktif

Belajar Budidaya Jamur, Warga Binaan Lapas Pekalongan Makin Produktif
Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus mendorong pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif, salah satunya budidaya jamur tiram. Program yang mulai diuji coba sejak Januari 2026 tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Pekalongan, Arif Hermawan, menjelaskan bahwa budidaya jamur menjadi salah satu sarana pembinaan yang positif dan bermanfaat. Selain mengisi waktu dengan kegiatan produktif, warga binaan juga memperoleh ilmu serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan budidaya jamur ini, warga binaan mendapatkan pengalaman baru karena sebagian besar sebelumnya belum pernah mengenal cara budidaya jamur. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal yang berguna di masa depan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Saat ini, dua warga binaan secara khusus bertugas mengelola budidaya jamur dengan hasil panen rata-rata 2 hingga 3 kilogram per hari. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dapur Lapas dan juga diminati oleh pegawai lapas setempat.
"Program budidaya jamur ini menjadi komitmen kami dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan untuk bekal mereka ketika bebas nanti,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan terus mendorong pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan produktif, salah satunya budidaya jamur tiram. Program yang mulai diuji coba sejak Januari 2026 tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan baru bagi warga binaan selama menjalani masa pidana.
Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Kelas IIA Pekalongan, Arif Hermawan, menjelaskan bahwa budidaya jamur menjadi salah satu sarana pembinaan yang positif dan bermanfaat. Selain mengisi waktu dengan kegiatan produktif, warga binaan juga memperoleh ilmu serta keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
“Melalui kegiatan budidaya jamur ini, warga binaan mendapatkan pengalaman baru karena sebagian besar sebelumnya belum pernah mengenal cara budidaya jamur. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal yang berguna di masa depan,” ujarnya, Senin (6/7/2026).
Saat ini, dua warga binaan secara khusus bertugas mengelola budidaya jamur dengan hasil panen rata-rata 2 hingga 3 kilogram per hari. Hasil panen tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dapur Lapas dan juga diminati oleh pegawai lapas setempat.
"Program budidaya jamur ini menjadi komitmen kami dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pembentukan karakter, tetapi juga peningkatan keterampilan dan kemandirian warga binaan untuk bekal mereka ketika bebas nanti,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF