Bank Sampah Ramah Alam SMA Sains Cahaya Al-Quran, Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Literasi Finansial

Bank Sampah Ramah Alam SMA Sains Cahaya Al-Quran, Tanamkan Kepedulian Lingkungan dan Literasi Finansial

Kota Pekalongan – Mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan menjadi tujuan program Baskara yakni Bank Sampah Ramah Alam yang diinisiasi OSIS SMA Sains Cahaya Al-Quran Kota Pekalongan. Program ini melibatkan warga sekolah, pondok pesantren, dan masyarakat sekitar melalui sosialisasi dan workshop pengelolaan bank sampah.

Ketua OSIS SMA Sains Cahaya Al-Quran, Zacky zakaria, menjelaskan bahwa program tersebut menjadi langkah awal untuk membangun komitmen bersama dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab. OSIS berperan sebagai penggerak utama, sedangkan seluruh warga sekolah dan pondok pesantren di lingkungan sekitar didorong untuk berpartisipasi mengumpulkan serta memilah sampah yang masih memiliki nilai jual.

“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, kita bisa mengubah sudut pandang yang tadinya menganggap sampah sebagai sesuatu yang remeh menjadi sesuatu yang bernilai ekonomis,” jelasnya.

Sampah yang terkumpul nantinya akan disetorkan setiap bulan ke Bank Sampah Simbang Wetan. Hasil penjualannya direncanakan untuk dikelola sebagai bagian dari kegiatan OSIS, sekaligus menjadi sarana pembelajaran kewirausahaan bagi para siswa.

Sementara itu, Kepala SMA Sains Cahaya Al-Quran, Rissa Shofiani, menuturkan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pembentukan karakter dan penguatan literasi finansial peserta didik.

Menurutnya, siswa perlu dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta memahami bahwa sampah yang dikelola dengan baik dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Tujuannya membentuk karakter agar siswa terbiasa memilah dan memilih sampah, sekaligus mewujudkan literasi finansial. Sampah tidak hanya sekadar dibuang, tetapi juga bisa memberikan nilai ekonomi,” tuturnya.

Ia menambahkan, sekolah mendukung inisiatif OSIS tersebut melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pekalongan. Dukungan juga diperkuat melalui pelibatan pengelola pondok pesantren, perwakilan sekolah lain, pemerintah kelurahan, serta masyarakat sekitar.

Kegiatan sosialisasi dan workshop ini turut mendapat respons positif dari Rugati, Ketua Bank Sampah Berkah Perumahan Buaran Indah. Ia menilai pembentukan bank sampah di lingkungan sekolah menjadi langkah baik untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

“Bagus sekali, karena dengan adanya bank sampah ini kita bisa mengurangi atau mengolah sampah yang ada di sekolah, baik organik maupun anorganik,” ungkapnya.

Dengan program Bank Sampah Ramah Alam, pihak sekolah berharap pengelolaan sampah dapat menjadi kebiasaan bersama, bukan sekadar kegiatan sesaat. Keberlanjutan program juga diharapkan tetap terjaga meskipun kepengurusan OSIS berganti, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh lingkungan sekolah dan masyarakat.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)