Bangun Karakter dan Pemahaman Agama, TK Ma’had Islam Laksanakan Manasik Haji Ceria

Kota Pekalongan - Ratusan siswa TK Ma’had Islam Pekalongan tampak antusias mengikuti simulasi ibadah haji yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan, di Gedung H.A. Djunaid Convention Center, baru-baru ini. Kegiatan ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan secara mandiri, di samping keikutsertaan pada program manasik tingkat kota.
Ketua Panitia Manasik Haji, Nur Khamidah, menjelaskan bahwa pelibatan orang tua menjadi salah satu faktor meningkatnya antusiasme peserta. "Konsep kegiatan ini memang melibatkan orang tua sebagai pendamping. Dengan begitu, anak merasa lebih aman dan nyaman, sehingga pembelajaran bisa berlangsung lebih efektif,” jelasnya.
Para siswa menjalani tahapan manasik secara runtut, mulai dari wukuf di Arafah, mabit di Muzdalifah, mengumpulkan batu kerikil, melempar jumrah, tawaf, hingga sa’i. Seluruh rangkaian dibuat sederhana namun tetap mencerminkan proses ibadah haji yang sesungguhnya. “Manasik haji ini bertujuan membangun pemahaman agama sejak dini. Anak-anak belajar rukun Islam melalui pengalaman nyata, sehingga nilai-nilai ibadah dapat tertanam dengan baik,” ujarnya.
Diharapkan kegiatan ini mampu menghadirkan pembelajaran nilai keagamaan secara aplikatif, menyenangkan, dan berorientasi pada pembentukan karakter sejak usia dini.
Program ini disambut positif oleh orang tua siswa. Mereka menilai kegiatan luar kelas semacam ini sangat bermanfaat karena memberikan ruang bagi anak untuk belajar melalui pengalaman langsung.
Intan Agusti, orang tua dari Almaira Miwa, mengungkapkan bahwa manasik haji membantu melatih kemandirian dan kedisiplinan anak. “Anak jadi lebih tertib saat mengikuti kegiatan di luar sekolah. Saya melihat Almaira menikmati setiap prosesnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Laila, orang tua dari Nahda, merasa bangga melihat putrinya mampu mengikuti seluruh rangkaian dengan antusias. “Kegiatan ini menambah wawasan keagamaan sekaligus membentuk karakter anak. Ada kerja sama, keberanian, dan rasa tanggung jawab yang muncul,” tandasnya.
Para orang tua berharap program manasik haji dapat dipertahankan di tahun mendatang. Selain menambah pemahaman agama, kegiatan ini dinilai mampu menanamkan nilai positif melalui pendekatan ceria dan interaktif yang sesuai dengan dunia anak.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF