Azmi Basyir: Esports Bukan Sekadar Game, Tapi Benteng Generasi Muda Kota Batik

Kota Pekalongan – Ratusan atlet Electronic Sports (Esports) dari berbagai penjuru Kota Batik memadati GOR Unikal Kota Pekalongan, Senin (16/2/2026) pagi. Suasana penuh semangat dan antusiasme tampak sejak registrasi dibuka, menandai tingginya minat generasi muda terhadap cabang olahraga berbasis digital tersebut dalam ajang Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan Tahun 2026.
Mereka hadir untuk memperebutkan gelar juara dalam kompetisi bergengsi yang digagas sebagai wadah penyaluran bakat sekaligus ruang pembinaan atlet muda. Sorak sorai pendukung, strategi matang tiap tim, hingga ketegangan di setiap pertandingan menjadi warna tersendiri sepanjang turnamen berlangsung.
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Mohamad Azmi Basyir, menegaskan bahwa, kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi permainan digital, melainkan bagian dari upaya membangun benteng pertahanan moral generasi muda.
“Dasarnya kita ingin generasi muda memiliki kegiatan positif. Kita tahu ancaman narkoba dan hal negatif lainnya sangat nyata. Melalui Esports, selain mendukung cabor di bawah KONI, kita ingin bakat mereka tersalurkan ke arah yang benar,” ujar Azmi saat hadir di sela-sela kegiatan penyisihan babak final Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan Tahun 2026 di GOR Unikal Kota Pekalongan, Senin sore (16/2/2026).
Menurutnya, perkembangan Esports saat ini sangat pesat dan telah diakui sebagai cabang olahraga resmi. Oleh karena itu, perlu dukungan nyata agar para atlet lokal mampu berkembang secara terarah dan profesional. Ia berharap, ajang ini dapat menjadi pintu awal lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Pekalongan yang mampu menembus level nasional, bahkan internasional.
“Alhamdulillah pesertanya sampai ratusan. Esports itu bagus, tapi pesan saya tetap jangan sampai berlebihan. Harus tetap seimbang dengan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial,” imbuhnya.
Melalui Esports, generasi muda Kota Batik tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama tim, sportivitas, serta manajemen waktu.
"Sebuah langkah nyata bahwa game, ketika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana prestasi sekaligus benteng dari pengaruh negatif di era digital,"tegasnya.
Sementara itu, Ketua ESI Kota Pekalongan, Fuhuluddin, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 288 atlet resmi bertanding, dan jika ditambah pemain cadangan, total peserta mencapai lebih dari 300 orang.
“Pesertanya mencakup seluruh Kota Pekalongan. Yang termuda usia 13 tahun atau masih SMP, dan yang tertua 45 tahun. Memang kita buka seluas-luasnya untuk menjaring bibit unggul,” jelas Fuhuluddin.
Ia menambahkan, terdapat tiga kategori utama yang dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp10 juta yang merupakan dukungan penuh dari Ketua DPRD Kota Pekalongan.
Untuk kategori Mobile Legends: Bang Bang, satu tim terdiri dari lima orang dan diikuti oleh 32 tim. Sementara kategori Free Fire diikuti 24 tim, dengan masing-masing tim beranggotakan empat pemain. Adapun kategori e-Football dimainkan secara perorangan dan diikuti oleh 32 peserta.
“Untuk ML satu tim lima orang, hari ini ada 32 tim. FF satu tim empat orang dengan 24 tim peserta. Sedangkan eFootball perorangan ada 32 orang. Ini menunjukkan potensi Esports di Kota Pekalongan sangat besar,” terangnya.
Persaingan berlangsung ketat hingga babak final. Para peserta menunjukkan kemampuan strategi, kekompakan tim, serta ketahanan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Adapun para pemenang kejuaraan tersebut adalah sebagai berikut: Untuk kategori Mobile Legends, juara pertama diraih Timnas PKL, juara kedua Aurora Pringlangu, dan juara ketiga Bintang Cemara.
Pada kategori Free Fire, juara pertama diraih oleh Rafid-Fahri, juara kedua 4XID Esports, dan juara ketiga Suka-Suka. Sedangkan pada kategori eFootball, juara pertama diraih Muhammad Rassya Firdaus, juara kedua Jakfar Shodiq, dan juara ketiga Fran Yudia Sami.
"Kejuaraan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi program pembinaan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, serta komunitas Esports, kami optimistis Kota Pekalongan mampu melahirkan talenta-talenta digital yang tak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Mereka hadir untuk memperebutkan gelar juara dalam kompetisi bergengsi yang digagas sebagai wadah penyaluran bakat sekaligus ruang pembinaan atlet muda. Sorak sorai pendukung, strategi matang tiap tim, hingga ketegangan di setiap pertandingan menjadi warna tersendiri sepanjang turnamen berlangsung.
Ketua DPRD Kota Pekalongan, Mohamad Azmi Basyir, menegaskan bahwa, kejuaraan ini bukan sekadar ajang kompetisi permainan digital, melainkan bagian dari upaya membangun benteng pertahanan moral generasi muda.
“Dasarnya kita ingin generasi muda memiliki kegiatan positif. Kita tahu ancaman narkoba dan hal negatif lainnya sangat nyata. Melalui Esports, selain mendukung cabor di bawah KONI, kita ingin bakat mereka tersalurkan ke arah yang benar,” ujar Azmi saat hadir di sela-sela kegiatan penyisihan babak final Kejuaraan Esports Piala Ketua DPRD Kota Pekalongan Tahun 2026 di GOR Unikal Kota Pekalongan, Senin sore (16/2/2026).
Menurutnya, perkembangan Esports saat ini sangat pesat dan telah diakui sebagai cabang olahraga resmi. Oleh karena itu, perlu dukungan nyata agar para atlet lokal mampu berkembang secara terarah dan profesional. Ia berharap, ajang ini dapat menjadi pintu awal lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kota Pekalongan yang mampu menembus level nasional, bahkan internasional.
“Alhamdulillah pesertanya sampai ratusan. Esports itu bagus, tapi pesan saya tetap jangan sampai berlebihan. Harus tetap seimbang dengan pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial,” imbuhnya.
Melalui Esports, generasi muda Kota Batik tidak hanya diajak untuk berkompetisi, tetapi juga belajar disiplin, kerja sama tim, sportivitas, serta manajemen waktu.
"Sebuah langkah nyata bahwa game, ketika dikelola dengan baik, dapat menjadi sarana prestasi sekaligus benteng dari pengaruh negatif di era digital,"tegasnya.
Sementara itu, Ketua ESI Kota Pekalongan, Fuhuluddin, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap turnamen ini sangat luar biasa. Tercatat sebanyak 288 atlet resmi bertanding, dan jika ditambah pemain cadangan, total peserta mencapai lebih dari 300 orang.
“Pesertanya mencakup seluruh Kota Pekalongan. Yang termuda usia 13 tahun atau masih SMP, dan yang tertua 45 tahun. Memang kita buka seluas-luasnya untuk menjaring bibit unggul,” jelas Fuhuluddin.
Ia menambahkan, terdapat tiga kategori utama yang dipertandingkan dengan total hadiah mencapai Rp10 juta yang merupakan dukungan penuh dari Ketua DPRD Kota Pekalongan.
Untuk kategori Mobile Legends: Bang Bang, satu tim terdiri dari lima orang dan diikuti oleh 32 tim. Sementara kategori Free Fire diikuti 24 tim, dengan masing-masing tim beranggotakan empat pemain. Adapun kategori e-Football dimainkan secara perorangan dan diikuti oleh 32 peserta.
“Untuk ML satu tim lima orang, hari ini ada 32 tim. FF satu tim empat orang dengan 24 tim peserta. Sedangkan eFootball perorangan ada 32 orang. Ini menunjukkan potensi Esports di Kota Pekalongan sangat besar,” terangnya.
Persaingan berlangsung ketat hingga babak final. Para peserta menunjukkan kemampuan strategi, kekompakan tim, serta ketahanan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Adapun para pemenang kejuaraan tersebut adalah sebagai berikut: Untuk kategori Mobile Legends, juara pertama diraih Timnas PKL, juara kedua Aurora Pringlangu, dan juara ketiga Bintang Cemara.
Pada kategori Free Fire, juara pertama diraih oleh Rafid-Fahri, juara kedua 4XID Esports, dan juara ketiga Suka-Suka. Sedangkan pada kategori eFootball, juara pertama diraih Muhammad Rassya Firdaus, juara kedua Jakfar Shodiq, dan juara ketiga Fran Yudia Sami.
"Kejuaraan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, melainkan menjadi program pembinaan berkelanjutan. Dengan dukungan pemerintah daerah, DPRD, serta komunitas Esports, kami optimistis Kota Pekalongan mampu melahirkan talenta-talenta digital yang tak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF