Arus Libur Lebaran, Museum Batik Pekalongan Jadi Titik Singgah Favorit

Kota Pekalongan – Kunjungan wisatawan ke museum di Kota Pekalongan mengalami peningkatan signifikan pada masa libur Lebaran tahun ini. Lonjakan tersebut terlihat jelas sejak hari pertama museum kembali dibuka setelah libur Hari Raya Idulfitri.
 
Kepala Museum Batik Pekalongan, Nurhayati Sinaga mengatakan bahwa tingginya jumlah pengunjung dipengaruhi oleh banyaknya wisatawan yang tengah berlibur atau mudik di Kota Pekalongan, serta para pelintas yang sengaja menyempatkan diri untuk singgah.
 
“Waktu kemarin libur pertama kami masuk, terlihat sekali lonjakan pengunjung karena banyak yang sedang berlibur di Kota Pekalongan sehingga mereka mampir ke museum. Tetapi ada juga yang sengaja melintasi Pekalongan dan menyempatkan diri datang ke sini,” katanya.
 
Berdasarkan data kunjungan, jumlah pengunjung tercatat mencapai 270 orang pada 23 Maret, 190 orang pada 24 Maret, dan 197 orang pada 25 Maret 2026, setelah libur Lebaran pada 20–22 Maret.
 
Mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah. Mereka datang dari berbagai kota di Indonesia, seperti Bandung, Jakarta, Bengkulu, hingga Flores dan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Museum Batik di Pekalongan tidak hanya diminati oleh warga lokal, tetapi juga menjadi tujuan wisata edukatif bagi masyarakat luas.
 
“Kemarin kita ada pameran batik bertajuk Spirit Islam dalam Batik di Pesisir Nusantara yang momennya tepat saat Lebaran, pengunjung sangat antusias. Terlihat banyak yang berfoto di antara koleksi yang dipamerkan,” tambahnya.
 
Pihaknya menilai bahwa kombinasi antara momentum liburan dan penyelenggaraan pameran tematik menjadi faktor penting dalam meningkatkan jumlah kunjungan. Ke depan, museum berencana untuk terus menghadirkan program-program menarik guna mempertahankan minat masyarakat serta memperkuat peran museum sebagai destinasi wisata edukasi dan budaya di Kota Pekalongan.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)