Antrean Pasien Jadi Perhatian, RSUD Bendan Siap Tambah Kapasitas Rawat Inap

Antrean Pasien Jadi Perhatian, RSUD Bendan Siap Tambah Kapasitas Rawat Inap


Kota Pekalongan – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di RSUD Bendan. Salah satu perhatian yang menjadi prioritas adalah waktu tunggu pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), terutama ketika kapasitas ruang rawat inap sedang penuh.

Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, menyampaikan bahwa penambahan kapasitas kamar rawat inap menjadi langkah penting untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada masyarakat. Hal tersebut juga merespons adanya pasien yang harus menunggu cukup lama di IGD sebelum mendapatkan kamar perawatan.

“Saya sering di WhatsApp warga, yang meminta, tolong saudaranya, keluarganya yang harus dirawat di IGD menunggu delapan jam bahkan ada yang 24 jam karena kamarnya memang penuh, masih disiapkan dan ngantri. Nah ini sudah ada wacana untuk menambah kamar pelayanan, mudah-mudahan bisa direalisasi,” ujar Wali Kota Aaf usai menerima visitasi tim Surveior Akreditasi Rumah Sakit dari Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS-DHP) di RSUD Bendan Kota Pekalongan bertempat di Aula RSUD Bendan setempat, Senin (10/8/2026)

Direktur RSUD Bendan Pekalongan, dr. Dwi Heri Wibawa, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan rencana pembangunan gedung IGD baru sekaligus penambahan ruang rawat inap. Rencana tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelayanan sekaligus mengurangi waktu tunggu pasien yang membutuhkan ruang perawatan.

Menurutnya, gedung baru tersebut direncanakan memiliki beberapa fungsi pelayanan. Lantai pertama akan dimanfaatkan untuk sarana ICU, ruang Cath Lab, dan farmasi, sementara lantai dua, tiga, dan empat akan difokuskan untuk ruang rawat inap.

“Insyaallah lancar, masing-masing lantai ada 38 tempat tidur, jadi tambahnya adalah 114 tempat tidur. Mudah-mudahan mencukupi,” jelas dr. Dwi Heri.

Ia menyebut, saat ini proses penyusunan Detail Engineering Design (DED) tengah dipersiapkan. Setelah tahapan tersebut selesai, pembangunan ditargetkan dapat dilanjutkan melalui proses lelang dan kerja sama dengan pihak ketiga.

"Dengan penambahan kapasitas hingga 114 tempat tidur tersebut, kami optimistis dapat memperkuat pelayanan rawat inap dan memberikan pengalaman layanan kesehatan yang semakin nyaman dan cepat bagi masyarakat,"tukasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)