Antisipasi Bencana Hingga Tingkat RT/RW

Puncak curah hujan tertinggi di tahun 2022 ini diprediksi terjadi mulai akhir November 2022. Untuk mengantisipasi dampak dan hal-hal yang tidak diinginkan ketika terjadi bencana, maka masyarakat Kota Pekalongan diminta tetap waspada dengan bencana alam yang bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Disamping itu, perangkat RT/RW perlu dimaksimalkan dalam memberikan informasi kebencanaan kepada warga di masing-masing wilayahnya. Hal ini disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Pekalongan, M Azmi Basyir usai menghadiri kegiatan Rapat Paripurna Penetapan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Kota Pekalongan Tahun 2023, berlangsung di Ruang Rapat Paripurna setempat, Kamis siang (17/11/2022).
"Untuk masyarakat Kota Pekalongan karena kita tahu puncak curah hujan tertinggi di tahun ini diprediksi mulai akhir November, maka kita harus waspada dan memaksimalkan RT/RW dalam memberikan informasi terhadap situasi di masing-masing wilayahnya," ucap Azmi.
Menurutnya, ketika pencegahan dan penanggulangan bencana maksimal, maka nantinya jika ada potensi bencana banjir yang terjadi, koordinasi dari tingkat bawah ke atas yakni Pemerintah Kota Pekalongan lebih tertata dan sistematis.
"Dengan begitu, kaitannya dengan evakuasi warga yang terdampak atau pemberian bantuan serta kita bisa mengetahui spot-spot wilayah yang memang belum terjangkau," tuturnya.
Pihaknya menghimbau kepada RT/RW agar selalu siaga dan memperhatikan kondisi lingkungannya dan senantiasa berkoordinasi dengan lurah, camat dan BPBD setempat serta OPD terkait lainnya, sehingga tidak ada warganya yang tertinggal dalam keadaan kondisi darurat khususnya bencana banjir.
"Kami juga mendoakan agar warga terbebas dari bencana banjir, sehat semua, serta dilancarkan segala kebutuhannya di masa serba sulit khususnya di kondisi ekonomi yang belum stabil ini," pungkasnya.
"Untuk masyarakat Kota Pekalongan karena kita tahu puncak curah hujan tertinggi di tahun ini diprediksi mulai akhir November, maka kita harus waspada dan memaksimalkan RT/RW dalam memberikan informasi terhadap situasi di masing-masing wilayahnya," ucap Azmi.
Menurutnya, ketika pencegahan dan penanggulangan bencana maksimal, maka nantinya jika ada potensi bencana banjir yang terjadi, koordinasi dari tingkat bawah ke atas yakni Pemerintah Kota Pekalongan lebih tertata dan sistematis.
"Dengan begitu, kaitannya dengan evakuasi warga yang terdampak atau pemberian bantuan serta kita bisa mengetahui spot-spot wilayah yang memang belum terjangkau," tuturnya.
Pihaknya menghimbau kepada RT/RW agar selalu siaga dan memperhatikan kondisi lingkungannya dan senantiasa berkoordinasi dengan lurah, camat dan BPBD setempat serta OPD terkait lainnya, sehingga tidak ada warganya yang tertinggal dalam keadaan kondisi darurat khususnya bencana banjir.
"Kami juga mendoakan agar warga terbebas dari bencana banjir, sehat semua, serta dilancarkan segala kebutuhannya di masa serba sulit khususnya di kondisi ekonomi yang belum stabil ini," pungkasnya.
PRINT +
DOWNLOAD PDF