95 Persen Alumni Kompeten, BLK Kota Pekalongan Perkuat Akses Menuju Dunia Kerja

95 Persen Alumni Kompeten, BLK Kota Pekalongan Perkuat Akses Menuju Dunia Kerja
Kota Pekalongan – Upaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan memastikan peserta terlebih dahulu melewati uji kompetensi sebelum menuntaskan rangkaian pelatihan, sekaligus membuka akses pengalaman kerja melalui on the job training (OJT) di perusahaan mitra.
Kepala BLK Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah menyampaikan, uji kompetensi menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan yang diberikan kepada peserta. Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Surabaya.
Berdasarkan hasil pelaksanaan uji kompetensi pasca pelatihan yang diselenggarakan di tahun 2026 menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Sekitar 95 persen alumni BLK dinyatakan kompeten, sementara sebagian kecil peserta masih dinyatakan belum kompeten.
“Untuk alumni BLK, sebelum penutupan pelatihan kita mengadakan uji kompetensi. Selama ini kita bekerja sama dengan LSP Surabaya. Hasilnya luar biasa, sekitar 95 persen alumni BLK kompeten, hanya beberapa yang belum kompeten,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya BLK memastikan keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diukur melalui uji kompetensi.
Helmy mengungkapkan BLK Kota Pekalongan terus memperhatikan keberlanjutan alumni setelah menyelesaikan pelatihan. Berdasarkan catatan tahun sebelumnya yakni 2025, sekitar 75 persen alumni terserap ke dunia kerja. Sebagian besar bekerja di berbagai sentra usaha, sementara sebagian lainnya memilih mengembangkan usaha secara mandiri.
Untuk memperluas kesempatan tersebut, alumni yang telah menyelesaikan pelatihan dan uji kompetensi juga diberikan pilihan mengikuti OJT pada perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan BLK Kota Pekalongan.
Lewat OJT, alumni berkesempatan memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja sekaligus mengenal proses dan budaya kerja di perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan bagi alumni untuk melanjutkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ke dunia kerja.
“Setelah selesai alumni BLK, setelah UJK dan penutupan, kita tanya apakah mereka mau OJT ke perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami,” ungkapnya.
Saat ini, BLK Kota Pekalongan telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan. Sejumlah perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor usaha, termasuk perhotelan yang berada di Kota Pekalongan.
Kerja sama dengan dunia usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara lembaga pelatihan dengan kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian, proses pelatihan tidak berhenti ketika peserta menerima hasil uji kompetensi, tetapi dapat berlanjut melalui pengalaman kerja maupun peluang penyerapan di dunia usaha.
Ditambahkan Helmy, BLK Kota Pekalongan terus mendorong agar alumni mampu memanfaatkan kompetensi yang telah diperoleh, baik untuk bekerja di perusahaan, mengikuti pengalaman kerja melalui OJT, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
Kota Pekalongan – Upaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten tidak berhenti pada selesainya pelatihan. Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Pekalongan memastikan peserta terlebih dahulu melewati uji kompetensi sebelum menuntaskan rangkaian pelatihan, sekaligus membuka akses pengalaman kerja melalui on the job training (OJT) di perusahaan mitra.
Kepala BLK Kota Pekalongan, Helmy Hendarsyah menyampaikan, uji kompetensi menjadi bagian penting dalam rangkaian pelatihan yang diberikan kepada peserta. Pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dari Surabaya.
Berdasarkan hasil pelaksanaan uji kompetensi pasca pelatihan yang diselenggarakan di tahun 2026 menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Sekitar 95 persen alumni BLK dinyatakan kompeten, sementara sebagian kecil peserta masih dinyatakan belum kompeten.
“Untuk alumni BLK, sebelum penutupan pelatihan kita mengadakan uji kompetensi. Selama ini kita bekerja sama dengan LSP Surabaya. Hasilnya luar biasa, sekitar 95 persen alumni BLK kompeten, hanya beberapa yang belum kompeten,” ujarnya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya BLK memastikan keterampilan yang diperoleh peserta selama mengikuti pelatihan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diukur melalui uji kompetensi.
Helmy mengungkapkan BLK Kota Pekalongan terus memperhatikan keberlanjutan alumni setelah menyelesaikan pelatihan. Berdasarkan catatan tahun sebelumnya yakni 2025, sekitar 75 persen alumni terserap ke dunia kerja. Sebagian besar bekerja di berbagai sentra usaha, sementara sebagian lainnya memilih mengembangkan usaha secara mandiri.
Untuk memperluas kesempatan tersebut, alumni yang telah menyelesaikan pelatihan dan uji kompetensi juga diberikan pilihan mengikuti OJT pada perusahaan yang telah menjalin kerja sama dengan BLK Kota Pekalongan.
Lewat OJT, alumni berkesempatan memperoleh pengalaman langsung di lingkungan kerja sekaligus mengenal proses dan budaya kerja di perusahaan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi salah satu jembatan bagi alumni untuk melanjutkan keterampilan yang telah diperoleh selama pelatihan ke dunia kerja.
“Setelah selesai alumni BLK, setelah UJK dan penutupan, kita tanya apakah mereka mau OJT ke perusahaan yang telah bekerja sama dengan kami,” ungkapnya.
Saat ini, BLK Kota Pekalongan telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 15 perusahaan. Sejumlah perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor usaha, termasuk perhotelan yang berada di Kota Pekalongan.
Kerja sama dengan dunia usaha tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara lembaga pelatihan dengan kebutuhan lapangan kerja. Dengan demikian, proses pelatihan tidak berhenti ketika peserta menerima hasil uji kompetensi, tetapi dapat berlanjut melalui pengalaman kerja maupun peluang penyerapan di dunia usaha.
Ditambahkan Helmy, BLK Kota Pekalongan terus mendorong agar alumni mampu memanfaatkan kompetensi yang telah diperoleh, baik untuk bekerja di perusahaan, mengikuti pengalaman kerja melalui OJT, maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF