500 Anak Yatim dan Keluarga Rentan Terima Bantuan Seragam Sekolah Gratis

500 Anak Yatim dan Keluarga Rentan Terima Bantuan Seragam Sekolah Gratis
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat terus berkomitmen dalam mendukung akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak. Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, sebanyak 500 paket seragam sekolah gratis disalurkan kepada anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak dari keluarga rentan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, didampingi Kepala BBPMP Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, dan Kepala Dindik, Mabruri di sela-sela kegiatan Pengukuhan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BASN) dan Seminar Pendidikan di Hotel Parkside Mandarin Kota Pekalongan, Selasa (7/7/2026).
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menegaskan bahwa bantuan seragam sekolah gratis yang dikhususkan bagi anak kurang mampu, yatim, piatu, dan yatim piatu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah melalui program Dinas Pendidikan. Menurutnya, sekitar 500 paket seragam telah disiapkan untuk membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak.
“Bantuan seragam sekolah gratis untuk anak kurang mampu dan anak yatim maupun yatim piatu memang menjadi prioritas kami. Walaupun hari ini penyerahannya dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima, jumlah bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 500 paket,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan keluarganya. Selain membantu kebutuhan sekolah, bantuan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan.
“Mudah-mudahan bermanfaat untuk anak-anak kita yang menerima. Saya yakin mereka senang dan semakin termotivasi untuk belajar demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan sebanyak 500 paket seragam untuk siswa SD dan SMP sederajat di Kota Pekalongan. Program tersebut menyasar anak-anak yang membutuhkan agar tidak terkendala perlengkapan sekolah saat memulai tahun ajaran baru.
Menurut Mabruri, penerima bantuan diprioritaskan bagi anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak dari keluarga rentan yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1, 2, dan 3. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sehingga bantuan dapat tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dengan nyaman. Melalui bantuan seragam ini, kami berharap dapat meringankan beban orang tua sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, program bantuan seragam gratis merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Pekalongan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
"Dengan dukungan berbagai pihak, kami berharap semakin banyak anak yang dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pendidikan (Dindik) setempat terus berkomitmen dalam mendukung akses pendidikan yang merata bagi seluruh anak. Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, sebanyak 500 paket seragam sekolah gratis disalurkan kepada anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak dari keluarga rentan. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, didampingi Kepala BBPMP Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Pekalongan, Nur Priyantomo, dan Kepala Dindik, Mabruri di sela-sela kegiatan Pengukuhan Kelompok Kerja Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (Pokja BASN) dan Seminar Pendidikan di Hotel Parkside Mandarin Kota Pekalongan, Selasa (7/7/2026).
Wali Kota Pekalongan, H.A. Afzan Arslan Djunaid atau yang akrab disapa Aaf, menegaskan bahwa bantuan seragam sekolah gratis yang dikhususkan bagi anak kurang mampu, yatim, piatu, dan yatim piatu menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah melalui program Dinas Pendidikan. Menurutnya, sekitar 500 paket seragam telah disiapkan untuk membantu meringankan beban keluarga penerima manfaat sekaligus meningkatkan semangat belajar anak-anak.
“Bantuan seragam sekolah gratis untuk anak kurang mampu dan anak yatim maupun yatim piatu memang menjadi prioritas kami. Walaupun hari ini penyerahannya dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima, jumlah bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 500 paket,” ujar Wali Kota Aaf.
Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi para siswa dan keluarganya. Selain membantu kebutuhan sekolah, bantuan itu juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat anak-anak dalam menempuh pendidikan.
“Mudah-mudahan bermanfaat untuk anak-anak kita yang menerima. Saya yakin mereka senang dan semakin termotivasi untuk belajar demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dindik Kota Pekalongan, Mabruri, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan sebanyak 500 paket seragam untuk siswa SD dan SMP sederajat di Kota Pekalongan. Program tersebut menyasar anak-anak yang membutuhkan agar tidak terkendala perlengkapan sekolah saat memulai tahun ajaran baru.
Menurut Mabruri, penerima bantuan diprioritaskan bagi anak yatim, piatu, yatim piatu, serta anak dari keluarga rentan yang masuk Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1, 2, dan 3. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan data yang telah diverifikasi sehingga bantuan dapat tepat sasaran.
“Kami ingin memastikan anak-anak dari keluarga rentan tetap mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dengan nyaman. Melalui bantuan seragam ini, kami berharap dapat meringankan beban orang tua sekaligus mendukung keberlangsungan pendidikan mereka,” jelasnya.
Ia menambahkan, program bantuan seragam gratis merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Pekalongan untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
"Dengan dukungan berbagai pihak, kami berharap semakin banyak anak yang dapat mengenyam pendidikan tanpa terkendala faktor ekonomi,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF