431 Calon Jemaah Pekalongan Terdata, Persiapan Haji 2027 Terus Dimatangkan

431 Calon Jemaah Pekalongan Terdata, Persiapan Haji 2027 Terus Dimatangkan
Kota Pekalongan — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 di Kota Pekalongan terus dimatangkan. Berdasarkan data sementara, terdapat 431 calon jemaah yang masuk dalam daftar, terdiri atas 427 jemaah reguler dan 4 jemaah prioritas lanjut usia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Pekalongan, R. Antono melalui Kasi Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji, Mahmudah, menjelaskan bahwa, data tersebut masih melalui proses verifikasi. Dari hasil verifikasi, sekitar 72 calon jemaah menunda keberangkatan pada tahun 2027.
“Untuk tahun 2027, dari data yang masuk ada 431 jemaah, terdiri dari 427 jemaah reguler dan 4 prioritas lansia. Setelah diverifikasi, sekitar 72 orang memilih menunda keberangkatan,” ujar Mahmudah usai menghadiri kegiatan evaluasi dan persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1448 Hijriyah/
2027 Masehi di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Rabu siang (26/8/2026).
Menurutnya, persiapan haji 2027 dilakukan bersamaan dengan evaluasi penyelenggaraan haji 2026, baik selama proses pelayanan di tanah air maupun di Tanah Suci. Evaluasi tersebut menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Mahmudah menambahkan, secara umum pelayanan haji tahun 2026 mendapat respons positif dari jemaah. Termasuk layanan konsumsi yang dinilai baik dan sesuai dengan cita rasa Indonesia.
“Alhamdulillah, secara umum pelayanan tahun 2026 sudah baik. Jemaah juga menyampaikan pelayanan konsumsi aman dan makanan yang disediakan cukup sesuai dengan selera Indonesia,” katanya.
Ia berharap hasil evaluasi dan proses verifikasi data dapat menjadi dasar persiapan yang lebih matang, sehingga penyelenggaraan ibadah haji 2027 di Kota Pekalongan berjalan semakin tertib, lancar, aman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal dan koordinasi bersama seluruh stakeholder, ia optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dapat berjalan semakin optimal.
"Evaluasi tahun sebelumnya akan terus dijadikan pijakan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih tertib, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kota Pekalongan — Persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 di Kota Pekalongan terus dimatangkan. Berdasarkan data sementara, terdapat 431 calon jemaah yang masuk dalam daftar, terdiri atas 427 jemaah reguler dan 4 jemaah prioritas lanjut usia.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Pekalongan, R. Antono melalui Kasi Bina Haji dan Umrah dan Pelayanan Haji, Mahmudah, menjelaskan bahwa, data tersebut masih melalui proses verifikasi. Dari hasil verifikasi, sekitar 72 calon jemaah menunda keberangkatan pada tahun 2027.
“Untuk tahun 2027, dari data yang masuk ada 431 jemaah, terdiri dari 427 jemaah reguler dan 4 prioritas lansia. Setelah diverifikasi, sekitar 72 orang memilih menunda keberangkatan,” ujar Mahmudah usai menghadiri kegiatan evaluasi dan persiapan penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1448 Hijriyah/
2027 Masehi di Hotel Nirwana Kota Pekalongan, Rabu siang (26/8/2026).
Menurutnya, persiapan haji 2027 dilakukan bersamaan dengan evaluasi penyelenggaraan haji 2026, baik selama proses pelayanan di tanah air maupun di Tanah Suci. Evaluasi tersebut menjadi bahan untuk meningkatkan kualitas pelayanan ke depan.
Mahmudah menambahkan, secara umum pelayanan haji tahun 2026 mendapat respons positif dari jemaah. Termasuk layanan konsumsi yang dinilai baik dan sesuai dengan cita rasa Indonesia.
“Alhamdulillah, secara umum pelayanan tahun 2026 sudah baik. Jemaah juga menyampaikan pelayanan konsumsi aman dan makanan yang disediakan cukup sesuai dengan selera Indonesia,” katanya.
Ia berharap hasil evaluasi dan proses verifikasi data dapat menjadi dasar persiapan yang lebih matang, sehingga penyelenggaraan ibadah haji 2027 di Kota Pekalongan berjalan semakin tertib, lancar, aman, dan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.
Dengan persiapan yang dilakukan lebih awal dan koordinasi bersama seluruh stakeholder, ia optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 2027 dapat berjalan semakin optimal.
"Evaluasi tahun sebelumnya akan terus dijadikan pijakan untuk menghadirkan pelayanan yang lebih tertib, nyaman, dan responsif terhadap kebutuhan jemaah,"tukasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF