42 Kader Adiwiyata SDN Podosugih 01 Dikukuhkan, Jadi Penggerak Kepedulian Lingkungan

42 Kader Adiwiyata SDN Podosugih 01 Dikukuhkan, Jadi Penggerak Kepedulian Lingkungan

Kota Pekalongan – Sebanyak 42 murid SD Negeri Podosugih 01 dikukuhkan sebagai Kader Adiwiyata untuk menjadi penggerak kepedulian lingkungan di lingkungan sekolah. Para kader merupakan perwakilan dari kelas I hingga kelas VI.

Kepala SDN Podosugih 01, Resti Pramita menjelaskan, pengukuhan tersebut tidak dimaknai sebatas pemberian atribut, tetapi menjadi awal bagi para murid untuk mengambil peran dalam membangun kebiasaan peduli lingkungan di sekolah.

“Kami ingin Kader Adiwiyata bukan sekadar memiliki atribut, tetapi benar-benar memiliki peran. Mereka menjadi teladan, mengajak, mengingatkan, dan membantu menggerakkan teman-temannya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, para kader akan terlibat dalam berbagai gerakan lingkungan, mulai dari mengajak teman memilah dan membuang sampah dengan benar, mengingatkan kebiasaan hemat air dan energi, menjaga kebersihan serta sanitasi, hingga membantu merawat tanaman dan lingkungan sekolah.

Kader juga berperan memantau kondisi lingkungan di sekitar kelas serta menyampaikan atau mencatat hal-hal yang perlu ditindaklanjuti oleh sekolah. Peran tersebut dilakukan dengan pendekatan persuasif, sehingga kader tidak menjadi “polisi” yang mencari kesalahan, melainkan memberikan contoh dan mengajak secara ramah.

Dirinya berharap pengukuhan 42 Kader Adiwiyata menjadi titik awal gerakan yang lebih konsisten. Kepedulian terhadap lingkungan diharapkan tidak hanya muncul saat terdapat kegiatan atau penilaian Adiwiyata, tetapi tumbuh sebagai kebiasaan sehari-hari seluruh warga sekolah.

“Yang paling penting, kami ingin seluruh warga sekolah memiliki rasa, ini sekolahku, ini lingkunganku, dan aku ikut bertanggung jawab,” imbuhnya.

Ia melihat, Adiwiyata bukan sekadar predikat, melainkan kebiasaan baik dan kepedulian yang dibangun serta dilakukan secara bersama-sama, dimulai dari diri sendiri dan hal-hal sederhana di lingkungan sekolah.

(Tim Liputan Dinkominfo/Dea)