32 Lembaga PAUD Dapat Edukasi Deteksi Dini Penanganan Stunting

Kota Pekalongan - Sebanyak 32 lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) non formal di wilayah Kecamatan Pekalongan Selatan, mengikuti workshop deteksi dini dan penanganan stunting pada anak PAUD yang diadakan oleh pokja Bunda PAUD setempat, bertempat di aula Kantor Kecamatan Pekalongan Selatan, Selasa (21/6/2022).
Workshop tersebut dibuka oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, ia mengapresiasi kegiatan yang menyasar tenaga pendidik PAUD yang sudah seharusnya memiliki bekal pengetahuan dan memahami betul ciri stunting sehingga deteksi dini dapat dilakukan sehingga penangganan dapat dilakukan lebih cepat.
Inggit menjelaskan dampak stunting untuk anak usia dini salah satunya kurang kuatnya anti bodi anak tersebut sehingga mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang dan di usia selanjutnya akan beresiko terserang penyakit yang berhubungan dengan pola makan, fungsi tubuh yang tidak seimbang dan postur tubuh yang tidak maksimal saat dewasa.
Lebih lanjut, Inggit menuturkan, batas penanganan stunting diusahakan tidak lewat dari usia 2 tahun, namun jika sang anak yang terdeteksi stunting berusia sekitar 2 hingga 4 tahun, dengan adanya workshop ini, anak tersebut bisa lebih cepat tertangani sehingga minimal dapat mengurangi efek pada waktu dewasa nanti.
“Memberikan pengetahuan yang lebih terkait stunting terutama untuk tenaga pendidik PAUD dan Bunda PAUD, yang nantinya sangat dekat dengan anak-anak PAUD, sebenarnya kalau dilihat dari usia stunting ini diusahakan tidak lewat dari 2 tahun sudah ditangani, jangan sampai terlambat, dengan ada workshop ini di PAUD usianya sudah 2 tahun sampai 4 jangan sampai parah lagi, jadi jika terdeteksi ada stunting bisa lebih cepat tertangani minimal ini mengurangi efek untuk kedepan pada waktu dewasanya nanti,” terang Inggit.
Inggit berharap Bunda PAUD dan guru PAUD yang mengikuti workshop dapat menyampaikan dan mensosialisasikan kepada tenaga pendidik PAUD yang lain dan orang tua dari anak didik.
Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Pekalongan Selatan, menyampaikan workshop ini menjadi kegiatan awal yang dilakukan oleh pihaknya sebagai upaya mengurangi dan menekan angka stunting di kota Pekalongan yang masih cukup tinggi yakni 20.6 persen, dan ditargetkan tahun 2024, angka stunting harus berada di angka 12 persen dengan memberikan pengetahuan stunting untuk tenaga pendidik PAUD.
“Kegiatan ini sudah ada di program kerja poka Bunda PAUD, untuk mengurangi angka stunting di Kota Pekalongan dan pada akhirnya mencapai zero stunting, adanya workshop ini sebagai upaya untuk penanganan stunting di kota Pekalongan, karena kita undang pendidik PAUD agar lebih bisa mendata lagi, anak didik yang indikasi ke arah stunting, agar bisa terdeteksi lebih dini,” pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Workshop tersebut dibuka oleh Bunda PAUD Kota Pekalongan, Inggit Soraya, ia mengapresiasi kegiatan yang menyasar tenaga pendidik PAUD yang sudah seharusnya memiliki bekal pengetahuan dan memahami betul ciri stunting sehingga deteksi dini dapat dilakukan sehingga penangganan dapat dilakukan lebih cepat.
Inggit menjelaskan dampak stunting untuk anak usia dini salah satunya kurang kuatnya anti bodi anak tersebut sehingga mudah sakit, kemampuan kognitif berkurang dan di usia selanjutnya akan beresiko terserang penyakit yang berhubungan dengan pola makan, fungsi tubuh yang tidak seimbang dan postur tubuh yang tidak maksimal saat dewasa.
Lebih lanjut, Inggit menuturkan, batas penanganan stunting diusahakan tidak lewat dari usia 2 tahun, namun jika sang anak yang terdeteksi stunting berusia sekitar 2 hingga 4 tahun, dengan adanya workshop ini, anak tersebut bisa lebih cepat tertangani sehingga minimal dapat mengurangi efek pada waktu dewasa nanti.
“Memberikan pengetahuan yang lebih terkait stunting terutama untuk tenaga pendidik PAUD dan Bunda PAUD, yang nantinya sangat dekat dengan anak-anak PAUD, sebenarnya kalau dilihat dari usia stunting ini diusahakan tidak lewat dari 2 tahun sudah ditangani, jangan sampai terlambat, dengan ada workshop ini di PAUD usianya sudah 2 tahun sampai 4 jangan sampai parah lagi, jadi jika terdeteksi ada stunting bisa lebih cepat tertangani minimal ini mengurangi efek untuk kedepan pada waktu dewasanya nanti,” terang Inggit.
Inggit berharap Bunda PAUD dan guru PAUD yang mengikuti workshop dapat menyampaikan dan mensosialisasikan kepada tenaga pendidik PAUD yang lain dan orang tua dari anak didik.
Sementara itu, Bunda PAUD Kecamatan Pekalongan Selatan, menyampaikan workshop ini menjadi kegiatan awal yang dilakukan oleh pihaknya sebagai upaya mengurangi dan menekan angka stunting di kota Pekalongan yang masih cukup tinggi yakni 20.6 persen, dan ditargetkan tahun 2024, angka stunting harus berada di angka 12 persen dengan memberikan pengetahuan stunting untuk tenaga pendidik PAUD.
“Kegiatan ini sudah ada di program kerja poka Bunda PAUD, untuk mengurangi angka stunting di Kota Pekalongan dan pada akhirnya mencapai zero stunting, adanya workshop ini sebagai upaya untuk penanganan stunting di kota Pekalongan, karena kita undang pendidik PAUD agar lebih bisa mendata lagi, anak didik yang indikasi ke arah stunting, agar bisa terdeteksi lebih dini,” pungkasnya.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF