2026, CKG Genjot Prioritaskan Peningkatan Standar Layanan Kesehatan

Kota Pekalongan - Pemerintah melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menegaskan komitmennya untuk terus melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hingga tahun 2030. Program ini merupakan bagian dari kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan tujuan memperkuat upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Puji Winarti melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit setempat, Dita Rasnasuri, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pelaksanaan CKG tidak lagi hanya berfokus pada kuantitas capaian, tetapi juga pada peningkatan kualitas layanan dan tindak lanjut hasil pemeriksaan.
“CKG akan terus dilakukan sampai tahun 2030. Tahun 2026 ini kita lebih genjot kualitasnya. Jadi tidak hanya sekadar pemeriksaan, tetapi bagaimana hasilnya benar-benar dikawal,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan CKG, perhatian khusus diberikan pada penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Selama ini, masih ditemukan masyarakat yang sebelumnya tidak pernah terdiagnosis hipertensi, namun saat dilakukan pemeriksaan justru menunjukkan tekanan darah tinggi.
Menurutnya, temuan tersebut tidak boleh berhenti pada tahap deteksi. Pasien yang teridentifikasi hipertensi harus mendapatkan pengawalan, termasuk pemeriksaan rutin di puskesmas serta edukasi terkait pengelolaan tekanan darah.
Hal yang sama berlaku untuk diabetes melitus. Pada pemeriksaan gula darah, apabila ditemukan kondisi pra-diabetes, maka langkah antisipasi akan segera dilakukan melalui edukasi dan tindakan pencegahan. Upaya ini dinilai penting karena hipertensi dan diabetes yang tidak tertangani dengan baik berpotensi memicu komplikasi dan penyakit lain yang lebih serius.
Untuk mendukung peningkatan kualitas layanan, dijelaskan Dita seluruh data pasien akan diinput secara lebih rinci melalui aplikasi Satu Sehat Indonesia. Sistem ini memungkinkan pencatatan yang lebih terintegrasi dan detail, sehingga riwayat pemeriksaan dan tindak lanjut pasien dapat terpantau secara berkelanjutan.
Jika pada tahun-tahun sebelumnya pelaksanaan CKG lebih menitikberatkan pada pencapaian target jumlah pemeriksaan, kini pendekatan tersebut diperluas dengan memastikan kualitas intervensi dan kesinambungan layanan kesehatan.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Dinkes akan terus menjalin kerja sama dengan berbagai stakeholder guna memperluas jangkauan program. Pada tahun lalu, target pelaksanaan CKG di Provinsi Jawa Tengah sebanyak 20 ribu peserta berhasil terpenuhi.
Ke depan, dirinya menyebutkan bahwa pemerintah menargetkan 80 persen warga Indonesia dapat menjalani CKG sebagai langkah preventif. Upaya ini diharapkan mampu meningkatkan angka harapan hidup masyarakat serta menekan risiko penyakit tidak menular.
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)
PRINT +
DOWNLOAD PDF