14 Perpustakaan Disiapkan Ikuti Akreditasi, Dinarpus Perkuat Pendampingan

14 Perpustakaan Disiapkan Ikuti Akreditasi, Dinarpus Perkuat Pendampingan

Kota Pekalongan – Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan terus memperkuat kualitas pengelolaan perpustakaan melalui persiapan akreditasi. Sebanyak 13 perpustakaan sekolah jenjang SD dan SMP disiapkan mengikuti akreditasi pada 2027, ditambah perpustakaan Dinarpus, sehingga total terdapat 14 perpustakaan.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan, Mahfud mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mendampingi sekolah-sekolah yang menjadi sasaran akreditasi. Beberapa di antaranya yakni SMP Negeri 1, SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, SMP Negeri 7, SMP Islam Salafiyah, SMP Pius, SD Negeri Podosugih 1, SD Kuripan Kidul 2, serta SD Kuripan Lor 2.

“Setiap kecamatan kita ambil sebagai contoh atau pilot project untuk akreditasi. Diharapkan pada 2028 semakin meningkat,” ujar Mahfud saat dikonfirmasi pada Rabu (23/9/2026).

Menurut Mahfud, proses akreditasi nantinya dilakukan melalui Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SIPAPI). Oleh karena itu, Dinarpus sejak sekarang memberikan pendampingan agar sekolah dapat memenuhi berbagai indikator penilaian dan menyiapkan dokumen yang diperlukan sebelum proses pengunggahan melalui SIPAPI pada 2027.

"Pendampingan dilakukan dengan mengacu pada enam indikator penilaian, meliputi koleksi perpustakaan, sarana prasarana, pelayanan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan, serta pengelolaan perpustakaan,"terangnya.

Lanjut Mahfud menambahkan, Dinarpus juga menyiapkan pendampingan penerapan otomasi layanan perpustakaan. Petugas sekolah akan diajari menginventarisasi koleksi buku secara digital untuk mendukung pengelolaan administrasi yang lebih tertata dan pelayanan yang semakin baik. Adapun proses akreditasi diharapkan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga berdampak pada peningkatan kunjungan dan minat baca.

“Dengan pengelolaan perpustakaan yang baik, otomatis akan meningkatkan segala sesuatu yang berhubungan dengan perpustakaan, termasuk meningkatnya kunjungan dan minat baca,” pungkasnya.

(Tim Liputan Kominfo/Dian)