127 Pejabat Dilantik, Potensi Banjir Jadi Sorotan

Kota Pekalongan - Sebanyak 127 pejabat fungsional, pejabat administrator, pejabat pengawas, kepala sekolah, dan kepala puskemas di lingkungan Pemerintah Kota Pekalongan dilantik dan diambil sumpahnya di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Kamis (30/9/2021). Usai dilantik ini diharapkan ada peningkatan kinerja dan semangat melayani masyarakat Kota Pekalongan.
Usai melantik para pejabat, Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE menerangkan bahwa ada 127 pejabat yang dilantik hari ini ada yang promosi dan ada juga rotasi jabatan. Namun dengan pelantikan ini yang menjadi sorotan Walikota Aaf yakni lokasi atau wilayah kerja baru para pejabat yang berpotensi banjir.
"Para pejabat yang ditempatkan di tempat baru dan wilayah kerjanya berpotensi terdampak banjir harus ekstra persiapan. Bencana banjir memang bukan hal yang kita harapkan, tetapi secara logika melihat perhitungan potensi banjir masih ada di wilayah tertentu. Jadi pejabat baru harus gencar melakukan koordinasi," jelas Aaf.
Disampaikan Aaf, untuk di tingkat kota pun akan segera dilakukan koordinasi baik dengan Forkopimda, BPBD, Dinsos-P2KB, Dinhub, dan sebagainya. "Yang menjadi perhatian kami yakni di wilayah Tirto dan PasirKratonKramat (PKK), ditambah lagi di Jalan Gajah Mada ada peninggian jalan oleh pemerintah pusat sekitar 80 cm. Antisipasi penanganan banjir harus dipersiapkan," tandas Aaf.
Sementara itu Kepala BKPPD Kota Pekalongan, Ir Budiyanto MPi Mhum menambahkan, jumlah pejabat yang dilantik ada 127 orang. Jabatan fungsional paling tinggi golongan 4b. Lainnya ada dari jabatan administrator, pengawas, kepala sekolah dan kepala puskesmas. "Harapannya para tenaga baru juga memiliki
semangat baru, bekerja lebih keras sehingga nantinya dapat memajukan Kota Pekalongan dan melayani masyarakat dengan lebih baik," pungkas Budiyanto.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
Usai melantik para pejabat, Walikota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid SE menerangkan bahwa ada 127 pejabat yang dilantik hari ini ada yang promosi dan ada juga rotasi jabatan. Namun dengan pelantikan ini yang menjadi sorotan Walikota Aaf yakni lokasi atau wilayah kerja baru para pejabat yang berpotensi banjir.
"Para pejabat yang ditempatkan di tempat baru dan wilayah kerjanya berpotensi terdampak banjir harus ekstra persiapan. Bencana banjir memang bukan hal yang kita harapkan, tetapi secara logika melihat perhitungan potensi banjir masih ada di wilayah tertentu. Jadi pejabat baru harus gencar melakukan koordinasi," jelas Aaf.
Disampaikan Aaf, untuk di tingkat kota pun akan segera dilakukan koordinasi baik dengan Forkopimda, BPBD, Dinsos-P2KB, Dinhub, dan sebagainya. "Yang menjadi perhatian kami yakni di wilayah Tirto dan PasirKratonKramat (PKK), ditambah lagi di Jalan Gajah Mada ada peninggian jalan oleh pemerintah pusat sekitar 80 cm. Antisipasi penanganan banjir harus dipersiapkan," tandas Aaf.
Sementara itu Kepala BKPPD Kota Pekalongan, Ir Budiyanto MPi Mhum menambahkan, jumlah pejabat yang dilantik ada 127 orang. Jabatan fungsional paling tinggi golongan 4b. Lainnya ada dari jabatan administrator, pengawas, kepala sekolah dan kepala puskesmas. "Harapannya para tenaga baru juga memiliki
semangat baru, bekerja lebih keras sehingga nantinya dapat memajukan Kota Pekalongan dan melayani masyarakat dengan lebih baik," pungkas Budiyanto.
(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)
PRINT +
DOWNLOAD PDF