UPTD BLK Angkatan II Resmi Ditutup

Kegiatan pendidikan dan pelatihan ketrampilan  bagi pencari kerja angkatan II yang difasilitasi Pemerintah Kota Pekalongan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Latihan Kerja Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (UPTD BLK Dinperinaker) Kota Pekalongan resmi ditutup. Penutupan kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula BLK Kota Pekalongan, Kamis sore (11/4/2019).

Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz yang hadir memberikan pengarahan mengatakan bahwa pelatihan yang difasilitasi oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui UPTD BLK Dinperinaker merupakan upaya Pemerintah Kota Pekalongan dalam menanggulangi angka pengangguran di Kota Pekalongan.

“Sebagaimana diketahui Kota Pekalongan dalam pembangunan ke depan masih ada beberapa kendala yang harus segera diatasi salah satunya masalah rob yang berada di pusat kerajinan kita di sebelah Utara dan Barat, terbakarnya Pasar Banjarsari sebagai pusat terbesar perbelanjaan kita dimana ribuan pedagang hilang lapaknya, benda dan juga harta yang secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian kita. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pekalongan terus mengupayakan agar perekonomian kita semakin tumbuh, salah satunya dengan memberikan pelatihan gratis kepada masyarakat Kota Pekalongan sebagai salah satu solusi dalam penanggulangan angka pengangguran,” ucap Saelany.

Dijelaskan Saelany, Kota Pekalongan sebagai Kota Batik, pihaknya ingin masyarakat Kota Pekalongan tidak hanya semata-mata mumpuni dalam perbatikan, namun mereka dapat memiliki keahlian di bidang lain sehingga pelatihan tersebut sangat diperlukan dan harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Jadi sebagaimana Saya sampaikan tadi pelatihan ini dalam rangka menanggulangi permasalahan Kota Pekalongan yaitu tentang pengangguran karena walaupun Kota Pekalongan sebagai Kota Batik tidak semata-mata masyarakat Kota Pekalongan hanya ahli membuat batik tapi mereka bisa memiliki keahlian di bidang lain. Sebagai Kota Kreatif Dunia sehingga salah satunya bisnis kreatif ini juga kita kembangkan antara lain untuk tata rias, tata boga, bengkel, desain grafis, dan sebagainya, jelas Saelany.

Saelany mengharapkan para peserta pelatihan angkatan II yang telah lulus pelatihan ini dapat memanfaatkan ilmu yang telah didapat selama pelatihan dan menerapkannya di kehidupannya agar mereka siap memasuki dunia kerja maupun dapat berwirausaha sendiri.

“Manfaatkan ilmu yang didapat secara maksimal. Pelatihan ini dalam rangka memberikan pembekalan atau keahlian pada mereka semuanya untuk bisa bekerja baik ikut orang atau bahkan dapat membuka usaha sendiri. Harapannya mereka dapat membuka peluang kerja baru setelah mereka menjadi business men/business woman untuk mewujudkan Kota Pekalongan lebih sejahtera, mandiri, berbudaya berlandaskan nilai-nilai religiusitas,” tutur Saelany.

Sementara itu, Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan menerangkan total yang mengikuti pelatihan baik angkatan II dan angkatan III ini sebanyak 227 orang di berbagai kejuruan. Para peserta pelatihan yang mengikuti pelatihan di BLK Dinperinaker mendapatkan fasilitas ATK, modul materi, transport, dan sertifikat pelatihan yang semuanya dibiayai semua (gratis) oleh Pemerintah Kota Pekalongan melalui UPTD BLK Dinperinaker.

“Hari ini kegiatan penutupan untuk angkatan ke II sekaligus pembukaan pelatihan bagi angkatan III. Di angkatan III ini dibuka 9 kejuruan diantaranya instansi tenaga listrik, mekanik sepeda motor (montir), LAS SMAW 3G, tata kecantikan rambut, mekanik mobil, tata boga pembuatan roti, menjahit dan desain grafis. Yang angkatan kedua kemarin hampir sama diantaranya ada setir mobil, operator komputer, menjahit, tata rias, desain grafis, operator mesin bubut, LAS SMAW, servis peralatan listrik, processing hasil pertanian, dan teknisi HP,” terang Slamet.

Slamet menambahkan para peserta pelatihan angkatan II yang telah menyelesaikan pelatihan ini selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi dari pihak lembaga yang menguji. Lebih lanjut, kata dia, 3 terbaik di masing-masing kejuruan akan diikut sertakan untuk mengikuti inkubator bisnis yang dibiayai oleh BPPT. Setelah pelatihan selesaipun, pihak Dinperinaker akan selalu memonitoring para alumni pelatihan.

“Mereka yang lulus ini dapat sertifikat pelatihan, setelah beberapa waktu akan diadakan uji kompetensi dari lembaga yang menguji. Ada, kita selalu monitoring sejauh mana mereka bekerja atau berwirausaha. Sebagai informasi dari hasil monitoring yang dilakukan untuk alumni pelatihan pada tahun 2018 tercatat 76% alumni sudah bekerja,” pungkas Slamet.