Pemkot Beri Solusi Aspirasi Penolakan Relokasi PK5 Alun-Alun

Guna memberikan solusi terbaik, Pemerintah Kota Pekalongan melakukan audiensi dengan Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PK5) yang menjajakan dagangannya di sekitar Alun-Alun Kota Pekalongan. Dalam audiensi tersebut membahas penataan Alun-Alun Kota Pekalongan yang direncanakan akan rampung di tahun 2020 dan rencana relokasi PK5. Audiensi berlangsung dengan tertib di Ruang Kresna Setda Kota Pekalongan, Jumat siang (10/5/2019).

Seperti yang diketahui, penataan Alun-Alun Kota merupakan salah satu prioritas pembangunan yang masuk dalam RKPD tahun 2020. Namun, paguyuban PK5 di sekitar Alun-Alun menolak untuk direlokasi.

Salah satu perwakilan PK5 Bidang Konveksi, Shohib, mengungkapkan pihaknya sebetulnya sangat setuju jika Pemkot Pekalongan ingin membenahi Alun-Alun Kota Pekalongan agar tertata rapi, namun ia tidak ingin jika para PK5 harus direlokasi dari Alun-Alun.

"Silahkan pembangunan Alun-Alun dijalankan. Yang penting kami jangan dipindahkan. Kami belum tahu lokasi mana untuk melapak jika dipindahkan nanti," ucap Shohib.

Hal serupa diungkapkan PK5 lainnya, Rohmat. Menurut Rohmat, Alun-Alun Kota Pekalongan telah menjadi sumber penghasilannya selama ini, dan jika para PK5 ingin direlokasi, maka Pemkot harus menyiapkan tempat yang lebih baik dan memberikan solusi yang jelas.

Anggota Komisi B DPRD Kota Pekalongan, Mofid menyetujui penataan Alun-Alun Kota Pekalongan akan lebih baik tanpa menghilangkan mata pencaharian orang sehingga perlu evaluasi yang baik dari kedua belah pihak.

Sementara itu Sekda Kota Pekalongan, Sri Ruminingsih menanggapi aspirasi dari PK5. Ia menyampaikan bahwasannya Pemerintah Kota sebagai fasilitator dan regulator tidak akan melakukan relokasi tanpa memberikan solusi yang lebih baik.

"Pemerintah selaku fasilitator dan regulator agar siapapun yang datang ke Kota Pekalongan akan merasa nyaman. Sehingga, salah satu yang akan dilakukan yakni memindahkan seluruh pedagang di Alun-alun ke lokasi bangunan baru yang akan didirikan di lokasi Pasar Senggol Sugihwaras yang dinilai lebih nyaman dan memiliki berbagai fasilitas seperti tempat parkir yang luas guna meningkatkan kesejahteraan pedagang. Ini masih dalam tahap pembangunan," ungkap Sekda.

Sekda menginginkan penataan alun-alun ini agar para pengunjung yang mampir ke Kota Pekalongan memiliki kesan yang baik terhadap Kota Pekalongan.

"Penataan ini dilakukan agar Alun-Alun sebagai ruang publik menjadi magnet pengunjung yang datang ke Kota Pekalongan. Oleh karena itu, kita akan tata sebaik mungkin agar pengunjung nyaman serta selalu ingin berkunjung kesini," sambung Sekda.

Lebih lanjut, Sekda menjelaskan akan segera menyampaikannya aspirasi para PK5 ke Walikota dan melakukan diskusi dengan DPRD. Sekda juga menghimbau agar para PK5

"Hasil audiensi akan kami sampaikan kepada Walikota dan akan dijawab dengan pernyataan-pernyataan beserta surat Walikota secara tertulis. Penataan Alun-Alun akan dilanjutkan setelah lebaran. Sehingga kami mengharapkan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat ini dapat berjalan dengan baik," pungkas Sekda.