Omah Organik, Tata Kampung di Tengah Kepungan Rob

Omah Organik dikonsepkan untuk pertanian yang sifatnya organik, skala rumah tangga dimana masyarakat bisa menikmati sayuran yang sehat dengan memanfaatkan lahan sempit seperti di halaman rumah. Hal itu disampaikan oleh Agus Dartam, warga Perum Pesona Swadaya Greenland RW 11, Kelurahan Kandang Panjang saat ditemui di kediamannya, Selasa (08/01/2018).

Agus (48) merupakan pencetus berdirinya Omah Organik Kota Pekalongan yang dibentuk sejak akhir tahun 2014 dan merupakan salah satu penggerak Kampung Iklim di lingkungan tempat tinggalnya. Banyak tanaman dan sayuran organik yang ia tanam di pekarangan rumahnya seperti aneka tanaman hias, cabai, dan aneka buah-buahan  dengan pemanfaatan barang-barang bekas.

Berawal dari keprihatinannya melihat kondisi lingkungan tempat tinggalnya yang sering terdampak genangan rob, menggerakkan hati Agus untuk menciptakan program terhadap kepedulian lingkungan yang juga dapat mengedukasi para warga disekitar untuk lebih sadar dan mandiri memanfaatkan lingkungan sekitar dengan suatu gerakan yang positif, bermanfaat, serta menambah penghasilan.

"Omah Organik ini berdiri akhir tahun 2014 saat melihat kondisi lingkungan tempat tinggal kami yang kumuh, langganan rob sejak sepuluh tahun terakhir, banyak orang membuang sampah sembarangan. Omah Organik diciptakan untuk pembelajaran kepada masyarakat akan pentingnya kesehatan melalui pemanfaatan tanaman organik itu, kita buat makanan organik dari tanaman organik yang ditularkan ke ibu-ibu PKK setempat seperti bikin sale, cheese stik dan sirup dari tanaman mangrove, tanpa bahan kimiawi.," ucap Agus.

Dijelaskan Agus, saat musibah rob besar terakhir di Bulan Mei 2018, tanaman yg terendam di Rumah Organik masih bisa terselamatkan dengan adanya mikroba yang ia fermentasikan sendiri dan rutin dilakukan seminggu sekali. Mikroba ini juga digunakan untuk meminimalisir penggunaan pupuk buatan, peptisida yang kurang bagus untuk tanaman dan menjernihkan air keruh atau asin.

Di Omah Organik ini setidaknya telah ada sekitar 20 warga yang bergabung dan ingin belajar tentang penanaman organik kepada Agus. 

"Dukungan Alhamdulillah Pemerintah dan OPD terkait, masyarakat sangat mendukung melalui bantuan dan pemberian pelatihan, ilmu untuk bisa dikembangkan. Banyak warga khususnya kaum pemuda dan ibu rumah tangga datang kesini untuk belajar agar mereka bisa lebih mandiri dan syukur-syukur bisa menularkan ilmunya," imbuh Agus.

Dituturkan Agus, dibalik musibah pasti ada hikmah dan berkah yang bisa diambil. Pihaknya berharap dari Omah Organik ini akan menghasilkan manfaat yg luar biasa untuk oranglain dan lingkungan sekitar.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)