Kesadaran Masyarakat Tinggi, Jumlah Pemohon Akta Kematian Meningkat

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil) Kota Pekalongan menilai kesadaran masyarakat untuk mengurus akta kematian anggota keluarganya akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dindukcapil Kota Pekalongan, Kustiati Sri Mulyani saat ditemui di Kantor Dindukcapil setempat, Selasa (14/5/2019).

Tia menyebutkan, penerbitan akta kematian melalui Dindukcapil hingga bulan ini telah mencapai peningkatan sebesar 68 persen dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang hanya mencapai dibawah 30 persen. Hal ini ditunjang dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat Kota Pekalongan untuk mengurus dokumen kematian tersebut.

“Sesuai visi misi Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan, berdasarkan data kami ada peningkatan di penerbitan akta kematian yang didorong dengan kesadaran penduduk Kota Pekalongan yang semakin meningkat akan artinya dokumen kependudukan. Kalau mengenai akta kematian dibandingkan tahun sebelumnya, sejak adanya visi misi tersebut mengalami peningkatan yang cukup drastis dimana pada tahun sebelumnya hanya mencapai dibawah 30 persen dan pada tahun sekarang sudah mencapai 68 persen,” terang Tia.

Dijelaskan Tia, sebagai bentuk kepedulian terhadap warga kurang mampu yang meninggal dunia, Pemerintah Kota Pekalongan memberikan santunan kematian sebesar Rp 1 Juta untuk masing-masing ahli waris. Bantuan santunan kematian itu diberikan kepada warga kurang mampu yang meninggal dengan maksud untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.

“Sesuai visi misi Walikota dan Wakil Walikota Pekalongan dimana Pemerintah Kota Pekalongan memberikan santunan bantuan sosial untuk orang miskin yang meninggal dunia sebesar Rp 1 Juta guna meringankan beban keluarga yang ditinggalkan,” jelas Tya.

Menurut Tia, pentingnya mengurus akta kematian diperlukan sebagai dokumen yang dibutuhkan di beberapa keperluan seperti santunan kematian, pembagian warisan, tabungan pensiun (taspen), asuransi dan lainnya.

“Akta kematian digunakan tidak hanya untuk mendapat bantuan saja namun untuk mengurus keperluan lain misalnya kalau PNS untuk mengurus taspen, asuransi dan sebagainya itu sangat diperlukan akta kematian,” papar Tia.

Melihat pentingnya dokumen akta kematian, pihaknya terus berupaya untuk mendongkrak kepemilikan akta kematian tersebut dengan senantiasa menghimbau kepada masyarakat Kota Pekalongan untuk tetap mengurus dokumen akta kematian maupun dokumen kependudukan lainnya karena kepemilikan dokumen lengkap dapat memperlancar semua urusan.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh penduduk Kota Pekalongan untuk tetap mengurus penerbitan akta kematian dan dokumen kependudukan lainnya serta menyukseskan program GISA (Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan). Dengan mempunyai dokumen lengkap, semua urusan bisa menjadi lancar,” pungkas Tia.