Ganjar Tinjau Korban Banjir Pekalongan

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo didampingi Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz meninjau para pengungsi korban banjir di pengungsian Masjid Al-Karomah, Tirto, Pekalongan Barat, Rabu (30/01/2019).

Dalam kunjungannya, Ganjar Pranowo memastikan kebutuhan logistik dan pelayanan kesehatan para pengungsi terlayani dengan baik.

"Yang penting kita jaga manusianya dulu, satu logistik kita pastikan mereka bisa makan, minumnya cukup, kesehatannya bisa terlayani, kebutuhan kesehatannya termasuk kebersihannya bisa kita layani sehingga mereka bisa senang," ungkap Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyampaikan terimakasih kepada para relawan yang telah membantu para pengungsi dan di lokasi pengungsian juga, ia bertemu dengan Camat Pekalongan Utara, Lilik Murdiyanto, sosok yang sedang viral, di tengah kepungan banjir tetap melaksanakan apel yang kemudian Ganjar unggah videonya melalui instagramnya.

"Saya terimakasih banyak relawan yang ngajak nyanyi, baca buku, menghibur itu bagian yang menurut Saya menyenangkan sehingga mereka bisa terhibur di situasi yang tidak menyenangkan bagi siapapun.Walikota bergadang terus lapor kepada saya sampai aparat kecamatan Pak Lilik luar biasa, dia tetap bekerja melayani, pelayanan yang penting tidak boleh berkurang bahwa air itu sedikit akan mengganggu kelancaran tapi kita tetap bekerja sepenuh hati," ucap Ganjar.

Menanggapi persoalan normalisasi sungai untuk penanganan rob, Ganjar menuturkan juga akan melakukan normalisasi kawasan di daerah terdampak rob.

"Tidak hanya normalisasi sungai, normalisasi kawasan karena cuma sungai tidak cukup. Karena ini ada rob nya, rob itu penanggulangan tidak boleh mengambil air tanah,bangunan diatasnya dikurangi, mangrovenya ditambah, jadi pemulihan kembali daya dukung lingkungan makanya kita butuh bantuan masyarakat, sampah tidak boleh dibuang sembarangan, kurangi plastik mulai sekarang," tutur Ganjar.

Terkait mitigasi bencana, Ganjar meminta masyarakat Kota Pekalongan untuk terus siap siaga menghadapi curah hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan berlangsung hingga pertengahan bulan Februari mendatang.

"Mitigasi bencana jalan terus, BMKG setiap hari menyampaikan ESDM kita yang longsor, daerah rawan kegempaan tiap bulan kita berikan, dari sisi mitigasinya ada. Dan hari ini kita sudah diingatkan kira-kira sampai pertengahan Februari akan seperti ini setelah pertengahan Februari curah hujan mulai agak menurun. Jadi kita mesti siap siaga terus kondisi seperti ini akan tetap terjadi," pungkas Ganjar.