Enam Puluh Orang Diberi Sukma

Tujuh orang lansia hadir mewakili enam puluh orang dari kelas pengentasan buta aksara pada upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2019 di Lapangan Mataram, Setda Kota Pekalongan, Kamis pagi (2/5/2019). Sebanyak 60 orang ini diberikan Surat Keterangan Melek Aksara (Sukma) oleh Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE atas kelulusannya mengikuti kelas pengentasan buta aksara sejak Oktober 2018 lalu.
 
Seorang lansia asal Kelurahan Kandang Panjang Munawaroh (51 tahun) mengaku mendapatkan manfaat dari kelas pengentasan buta aksara. Ia mengaku dapat membaca meskipun terbata-bata. “Ya alhamdulillah saya bisa belajar membaca, jadi kalau pergi-pergi bisa membaca petunjuk jalan. Kalau perjalanan jauh tidak akan tersesat karena tau arah dan bisa membaca petunjuk jalan,” ungkap Munawaroh.
 
Sementara itu, Walikota Pekalongan, HM Saelany Machfudz SE menyampaikan terima kasih dan apresiasinya untuk pelaksanaan program buta aksara yang digagas Dinas Pendidikan Kota Pekalongan ini. “Semoga tahun ini tidak ada buta aksara baru lagi, masyarakat harus mulai sadar pentingnya pendidikan dan melek aksara,” tandas Saelany.
 
Saelany mengaku akan kejar terus pengentasan buta aksara di Kota Pekalongan. Pada tahun ini targetnya Kota Pekalongan bisa bebas dari buta aksara. “Dindik Kota Pekalongan, mari kejar terus agar masyarakat Kota Pekalongan tidak ada lagi yang buta aksara,” kata Saelany.
 
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan Drs Soeroso MPd mengungkapkan bahwa pada peringatan Hardiknas tahun 2019 ini pihaknya menyerahkan Sukma kepada kepada 60 peserta program buta aksara tahap pertama. “Kami memiliki kewajiban untuk mengentaskan sebnayak 162 orang, ini yang sudah lulus sebanyak 60 orang. Mulai Mei sampai akhir tahun ini kita kejar untuk 102 orang,” papar Soeroso.
 
Pada tahap pertama kami telah menyasar ke tujuk kelurahan, dari jumlah 102 ini tersebar di 20 kelurahan di Kota Pekalongan. Soeroso berharap tidak ada penyandang buta aksara baru lagi di Kota Pekalongan sehingga pada akhir tahun 2019 Kota Pekalongan sudah bebas buta aksara.