Workshop Bercerita: Siapkan Bibit Pendongeng Handal

Usai menggelar lomba bercerita tingkat SD/MI Kota Pekalongan, terjaring 21 siswa/siswi SD/MI terbaik dari 69 peserta yang mengikuti lomba tersebut. Dalam rangka mempersiapkan peserta terbaik untuk maju ke tingkat provinsi dan meningkatkan minat baca,  21 siswa-siswi peserta terbaik beserta para guru pendampingnya mengikuti Workshop Bercerita yang diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan. Kegiatan workshop tersebut berlangsung di Ruang Jatayu Setda Kota Pekalongan, Selasa (19/3/2019).

Bertindak sebagai pemateri workshop yakni dari psikolog Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Nur Agustina dan Khunduri sebagai tokoh pendongeng tingkat Nasional sekaligus juri lomba Bercerita tingkat Nasional.

Kegiatan workshop dibuka secara langsung oleh Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz. Dalam sambutannya, Saelany mengatakan bahwa di era milenial ini, anak-anak lebih senang bermain gadget dibandingkan melakukan kebiasaan membaca buku dan mendongeng (bercerita). Hal ini dipengaruhi oleh kemajuan IPTEK yang dapat berpengaruh bagi perkembangan anak.

“Kebiasaan membaca buku dan mendongeng sudah mulai ditinggalkan, mereka lebih suka memegang gadget. Oleh karena itu, kegiatan workshop bercerita yang diselenggarakan hari ini ini memang sangat penting sebagai upaya untuk pengembangan dan pembudayaan kegemaran membaca di kalangan anak-anak dalam menumbuhkembangkan minat baca anak melalui berbagai bacaan dan media untuk menanamkan cinta budaya bangsa, persatuan dan kesatuan,” kata Saelany.

Menurut Saelany, bercerita adalah metode komunikasi universal yang sangat berpengaruh pada jiwa manusia. Kegiatan bercerita yang didapat dari kegemaran membaca buku ini dapat dilakukan dalam tiga jalur yaitu keluarga, yang difasilitasi pemerintah pusat maupun daerah melalui buku murah dan berkualitas, dan satuan pendidikan dengan mengembangkan dan memanfaatkan perpustakaan sebagai proses pembelajaran dalam masyarakat dengan penyediaan sarana perpustakaan di tempat umum yang mudah dijangkau, murah, dan bermutu.

“Cerita-cerita yang diceritakan oleh orangtua dulu sangat terngiang dimana pesan moral yang terkandung sangat banyak mengenai nilai-nilai kebaikan, ksatria, orang jahat biasanya akan kalah. Melalui kegiatan workshop ini bisa dijadikan sebagai  salah satu bekal bercerita yang baik di muka umum, agar mereka tidak grogi saat bercerita di depan orang. Selain itu, anak didik kita tercinta ini sebagai generasi bangsa memiliki minat baca yang tinggi dan berujung menjadi suatu budaya bangsa khususnya di Kota Pekalongan,” terang Saelany.

Sementara itu, Kepala Dinarpus Kota Pekalongan, Erli Nufianti menyampaikan kegiatan workshop ini diharapkan para peserta baik dari guru maupun siswa-siswi mengetahui dan memahami bagaimana bercerita atau mendongeng yang baik dan benar dan menyiapkan anak-anak menjadi pendongeng yang handal.

“Pemenang terbaik 1 lomba bercerita di tingkat kota akan mewakili Kota Pekalongan untuk mengikuti lomba cerita tingkat provinsi Jawa Tengah. Pengisi materi dari dua orang narasumber yakni Bu  Agustin, seorang psikolog untuk menyiapkan mental anak-anak agar memiliki kepercayaan diri untuk tampil di muka umum dan Pak Khunduri pendongeng tingkat Nasional sekaligus juri lomba cerita tingkat Nasional yang akan menyampaikan materi terkait teknik mendongeng yang baik dan benar sehingga diberikan pembekalan yang memadai baik kepada guru maupun siswa-siswinya,” papar Erli.

Erli berharap pemenang lomba bercerita tingkat Kota Pekalongan dapat lolos mewakili ke tingkat Provinsi maupun tingkat Nasional dan menjadi kebanggaan Kota Pekalongan. “Targetnya dari 21 siswa/siswi ini tentu pemenangnya juara 1 akan kita kirim ke tingkat provinsi harapannya di tingkat Provinsi pun bisa lolos ke tingkat Nasional,” pungkas Erli.