Warga Kelurahan Sapuro Kebulen Diajak Jauhi Radikalisme

Warga Kelurahan Sapuro Kebulen RT 03 RW 02 diajak untuk membentengi diri dari gerakan kelompok radikal dan antitoleransi dalam Pengajian Umum yang diselenggarakan oleh DKM Mushola Al Hidayah Kelurahan Sapuro Kebulen, Pekalongan Barat, Jumat (23/8/2019).

 

Pengajian tersebut dalam rangka tasyakuran HUT Kemerdekaan RI ke-74 dengan mengusung tema “Jauhi dan Hindari Paham Radikalisme Demi Tegaknya NKRI”. Adapun pembicara dalam pengajian yakni Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Pekalongan, H Ahmad Marzuki MPdI.

 

Pengurus Musholla Al Hidayah, Ustad Tiblisi mengucapkan terimakasih kepada para jamaah yang telah hadir dalam pengajian hari ini.

 

“Semoga ilmu yang di dapat hari ini dapat dipraktekkan dan diamalkan serta bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Bendan Kergon RT 03 RW 02,” ujar Ustad Tiblisi.

 

Disampaikan Ustad, pentingnya penanaman kesadaran bagi masyarakat untuk menjauhi paham radikalisme yang dapat merusak tatanan negara. Sebab jika dibiarkan, risikonya adalah terkoyaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

“Modus penyebaran paham radikal, biasanya masuk melalui wilayah perkampungan yang cenderung memang kurang memahami hakekat dari paham radikal itu sendiri,” terang Ustad Tiblisi.

 

Ketua FKUB Kota Pekalongan, H Ahmad Marzuki MPdI menyampaikan bahwa orang luar Indonesia itu sampai tercengang dengan Indonesia kaya dengan beribu ribu pulau dan bahasa yang banyak dan juga agama yang berbeda beda akan tetapi tetap bisa bersatu dan tidak berpecah belah meskipun berbeda beda suku agama dan ras.

 

Menurut Achmad, para penyuluh agama yang menjadi penggerak kerukunan dan kedamaian umat yang majemuk ini harusnya mampu memberikan pemahaman pada masyarakat terhadap pentingnya menjaga kerukunan dan persatuan. Pihaknya mewanti-wanti untuk selalu waspada terhadap oknum-oknum tertentu yang ingin menghancurkan NKRI dan pilar-pilar pancasila.

 

“Hati hati untuk para pengurus mushola maupun masjid harus ketat jangan sampai ada orang asing masuk dengan menyebarkan ajaran yang radikal karena sekarang banyak yang nekat dan ingin menghancurkan kesatuan dan persatuan NKRI dan Pancasila. Kedepan harus lebih berhati hati serta harus senantiasamenjaga Indonesia dari ancaman radikalisme,” tegas Ketua FKUB .