Wali Kota Saelany Dampingi Ganjar Pantau Pemasangan Pompa Raksasa

Dengan mengendarai motor trail, Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE mendampingi Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memantau pemasangan pompa sedot raksasa yang difungsikan untuk mempercepat resapan air yang diletakkan di pintu air Sungai Bremi Kota Pekalongan, Rabu sore (30/1/2019). Usai menyusuri tanggul sejauh 2,3 kilometer, rombongan berjalan sejauh 500 meter ke lokasi rumah pompa.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengungkapkan bahwa ia mengecek pemasangan pompa yang telah terpasang, dan mulai malam sudah on atau bisa dioperasionalkan. “Rencananya ini akan dipasang empat pompa dengan kapasitas relatif lebih besar yaitu satu unit satu kubik,” ungkap Ganjar.

Ganjar berharap pompa ini dapat mempercepat penyedotan, dan hujan di Kota Pekalongan ini tidak sederas kemaren. Menanggapi progress tanggul, Ganjar mengatakan progres tanggul di Kota Pekalongan cukup baik.

Wali Kota Pekalongan, HM Saelany Mahfudz SE memberikan tanggapan usai pantauan dan kunjungan Ganjar. “Ini merupakan perhatian luar biasa dari gubernur, beliau memantau sejauh mana pompa yang beliau bantukan pada kita. Sejak kemaren sudah datang dan mulai dipasang, semoga segera dapat dioperasionalkan,” ujar Saelany.

Ditambahkan Saelany, ada pesan bahwa ketika sudah menggunakan pompa, tak hanya membeli dan memasang, tetapi pemeliharaannya harus jadi perhatian. “Pompa dan tanggul ini seperti istri yang harus dipelihara dengan sungguh-sungguh, semoga dengan progres yang baik iktiar kita dapat tercapai,” tandas Saelany.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sungai Balai Besar Wialayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Yulius menjelaskan target tanggul ini memisahkan darat dan air, saat ini tinggi tanggul atau elevasi 2,7 meter dan top elevasi 3 meter, masih akan dilakukan pemadatan perlayar dengan fibro 30 cm. “Sebelah kiri  ada long storage kemudian ada flat sp lagi. Flat sp inilah yang akan mengamankan jalur long storagenya, kemudian masuk ke Sungai Bremi dan kita buat pintu,” terang Yulius.

Selanjutnya penambahan dua pompa di ujung tanggul paket tiga yang dua di pintu air Sungai Bremi yang diterangkan Yulius berfungsi untuk mengurangi debit air di pemukiman.