Tindak Lanjut Skrining Stres, Rutan Pekalongan Terapkan Hipnosis 5 Jari bagi WBP

Kota Pekalongan – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Pekalongan terus berkomitmen menghadirkan pembinaan yang holistik dan berorientasi pada kesehatan mental bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Sebagai tindak lanjut dari kegiatan skrining stres yang telah dilaksanakan sebelumnya, Rutan Pekalongan menggelar terapi Hipnosis 5 Jari dan edukasi pengelolaan stres bagi WBP, bertempat di Aula Rutan setempat, Rabu (21/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 8 orang WBP yang berdasarkan hasil skrining terindikasi mengalami tingkat kecemasan sedang. Pengukuran tingkat stres tersebut dilakukan menggunakan metode Perceived Stress Scale (PSS-14), yang merupakan salah satu instrumen standar untuk menilai persepsi individu terhadap tingkat stres yang dialaminya dalam kurun waktu tertentu.
Pelaksanaan terapi dan edukasi ini didampingi langsung oleh petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pekalongan, serta melibatkan peserta Maganghub Psikologi, sebagai bentuk kolaborasi dalam upaya peningkatan layanan kesehatan mental di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan berlangsung dengan suasana kondusif dan interaktif, sehingga para WBP dapat mengikuti setiap tahapan terapi dengan nyaman dan fokus.
Petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pekalongan, Yuli Triono, menjelaskan bahwa, Hipnosis 5 Jari merupakan salah satu metode relaksasi sederhana yang efektif untuk membantu individu mengendalikan stres dan kecemasan secara mandiri.
Menurutnya, metode ini memadukan teknik pernapasan, sugesti positif, serta fokus pada gerakan jari tangan untuk menciptakan rasa rileks dan tenang.
“Melalui terapi Hipnosis 5 Jari ini, WBP diajarkan teknik relaksasi yang mudah dipraktikkan kapan saja dan di mana saja. Harapannya, mereka dapat mengelola pikiran dan emosi dengan lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan,” ujar Yuli.
Lanjut Yuli menambahkan, selain mendapatkan terapi relaksasi, para WBP juga diberikan edukasi mengenai pengenalan stres, berbagai faktor pemicu stres, serta cara-cara sederhana dalam mengelola stres secara positif dan konstruktif.
"Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman WBP terhadap kondisi psikologisnya sendiri, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan coping yang sehat dalam menghadapi tekanan sehari-hari,"ungkapnya.
Terpisah, Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis.
"Pembinaan tidak hanya difokuskan pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga mencakup kesehatan mental sebagai faktor penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan,"terang Karutan Nanang.
Dengan adanya kegiatan terapi dan edukasi ini, ia berharap WBP dapat lebih mampu mengelola stres.
"Selain itu, WBP juga diharapkan menjaga kesehatan mental, serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan kondisi psikologis yang lebih stabil dan positif,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 8 orang WBP yang berdasarkan hasil skrining terindikasi mengalami tingkat kecemasan sedang. Pengukuran tingkat stres tersebut dilakukan menggunakan metode Perceived Stress Scale (PSS-14), yang merupakan salah satu instrumen standar untuk menilai persepsi individu terhadap tingkat stres yang dialaminya dalam kurun waktu tertentu.
Pelaksanaan terapi dan edukasi ini didampingi langsung oleh petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pekalongan, serta melibatkan peserta Maganghub Psikologi, sebagai bentuk kolaborasi dalam upaya peningkatan layanan kesehatan mental di lingkungan pemasyarakatan. Kegiatan berlangsung dengan suasana kondusif dan interaktif, sehingga para WBP dapat mengikuti setiap tahapan terapi dengan nyaman dan fokus.
Petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pekalongan, Yuli Triono, menjelaskan bahwa, Hipnosis 5 Jari merupakan salah satu metode relaksasi sederhana yang efektif untuk membantu individu mengendalikan stres dan kecemasan secara mandiri.
Menurutnya, metode ini memadukan teknik pernapasan, sugesti positif, serta fokus pada gerakan jari tangan untuk menciptakan rasa rileks dan tenang.
“Melalui terapi Hipnosis 5 Jari ini, WBP diajarkan teknik relaksasi yang mudah dipraktikkan kapan saja dan di mana saja. Harapannya, mereka dapat mengelola pikiran dan emosi dengan lebih baik selama menjalani masa pembinaan di dalam rutan,” ujar Yuli.
Lanjut Yuli menambahkan, selain mendapatkan terapi relaksasi, para WBP juga diberikan edukasi mengenai pengenalan stres, berbagai faktor pemicu stres, serta cara-cara sederhana dalam mengelola stres secara positif dan konstruktif.
"Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman WBP terhadap kondisi psikologisnya sendiri, sekaligus membekali mereka dengan keterampilan coping yang sehat dalam menghadapi tekanan sehari-hari,"ungkapnya.
Terpisah, Kepala Rutan Pekalongan, Nanang Adi Susanto, menegaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih humanis.
"Pembinaan tidak hanya difokuskan pada aspek kedisiplinan dan keterampilan, tetapi juga mencakup kesehatan mental sebagai faktor penting dalam proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial warga binaan,"terang Karutan Nanang.
Dengan adanya kegiatan terapi dan edukasi ini, ia berharap WBP dapat lebih mampu mengelola stres.
"Selain itu, WBP juga diharapkan menjaga kesehatan mental, serta mengikuti seluruh program pembinaan dengan kondisi psikologis yang lebih stabil dan positif,"pungkasnya.
(Tim Liputan Kominfo/Dian)
PRINT +
DOWNLOAD PDF