Sasar Pelajar, Pemkot Gencarkan Sosialisasi Penerbangan Balon Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri

Kota Pekalongan – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) menggencarkan sosialisasi penerbangan balon udara secara aman dan tertib berkolaborasi dengan AirNav Indonesia, PLN, Komunitas Sedulur Balon Pekalongan, serta unsur terkait lainnya. Upaya ini dilakukan untuk menekan praktik penerbangan balon liar yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan, lingkungan, dan fasilitas umum.
 
Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono melalui Adyatama kepariwisataan dan ekonomi kreatif muda setempat, Passattimur Fajar Dewa, saat ditemui di SMPN 14 Kota Pekalongan, Senin (9/2/2026) menjelaskan bahwa langkah ini menjadi sangat penting mengingat adanya peningkatan aktivitas penerbangan balon menjelang Ramadan hingga Syawalan.
 
Berdasarkan hasil patroli udara yang dilakukan AirNav Indonesia pada tahun 2025, tercatat adanya peningkatan balon udara yang dilepasliarkan hingga melewati jalur lalu lintas penerbangan pesawat. Dalam patroli tersebut, sebanyak 20 (dua puluh) balon udara terpantau berada pada ketinggian 2.000–3.000 feet, tepat di atas langit Kota Pekalongan, sekitar pukul 08.00 WIB. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan keselamatan penerbangan.
 
“Hari ini kita mengadakan sosialisasi penerbangan balon secara aman agar tidak mengganggu lingkungan, baik di udara maupun di sekitar. Kegiatan ini kita lakukan menjelang Ramadan dan Idulfitri karena pada periode tersebut biasanya aktivitas penerbangan balon meningkat,” jelasnya.
 
Ia mengatakan bahwa ssaran utama sosialisasi adalah pelajar, khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah dengan potensi tinggi aktivitas penerbangan balon udara. Pada tahap awal, kegiatan dilaksanakan sebagai sampel di empat sekolah, yaitu SMP Negeri 14, SMP Negeri 7, SMP Islam YPI Buaran, dan SMP Islam. 
 
Ia menjelaskan, berdasarkan data yang ada, praktik penerbangan balon liar banyak dilakukan oleh pelajar. Aktivitas tersebut biasanya dilakukan secara berkelompok, membuat balon sendiri, bahkan disertai petasan, lalu dilepaskan tanpa pengamanan.
 
“Balon yang diterbangkan secara liar berpotensi mengganggu lalu lintas udara. Selain itu, ketika jatuh dapat menyebabkan kerusakan jaringan listrik tegangan tinggi, rumah warga, maupun fasilitas umum lainnya,” tandasnya.
 
Dalam kegiatan sosialisasi ini, AirNav Indonesia memberikan pemahaman terkait aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, sementara PLN menjelaskan risiko gangguan kelistrikan akibat balon udara. Komunitas Sedulur Balon Pekalongan turut memberikan edukasi mengenai cara menerbangkan balon secara aman, tertib, dan sesuai aturan tanpa menghilangkan nilai tradisi.
 
Ia menambahkan, usai sosialisasi ini pihaknya akan memperluas cakupan sosialisasi. Pada (12/2), seluruh SMP Negeri se-Kota Pekalongan akan diundang dengan masing-masing sekolah mengirimkan empat perwakilan, terdiri dari kepala sekolah, pembina OSIS, dan pengurus OSIS, untuk mendapatkan pembekalan serupa.
 
“Kegiatan ini akan terus kita lakukan sebelum Ramadan agar saat Idulfitri nanti tidak ada lagi penerbangan balon liar, dan masyarakat memiliki pemahaman yang sama untuk menjaga keselamatan bersama,” pungkasnya.
 
(Tim Liputan Dinkominfo/dea)