Sampaikan Informasi Pembangunan ke Masyarakat, Dinkominfo Nonton Bareng dan Gelar Pertunjukan Rakyat

Guna menginformasikan kepada masyarakat mengenai kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah berbagai upaya dilakukan agar lebih dekat dengan masyarakat. Seperti yang dilakukan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Tengah bersinergi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Pekalongan menggelar nonton bareng layar tancap sekaligus dikemas dengan sentuhan khas pertunjukan rakyat di Halaman Kelurahan Kandang Panjang, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Jumat malam (21/2/2020).

Mewakili Kepala Diskominfo Provinsi Jawa Tengah, Setyo Irawan selaku Kepala Bidang Pengelola Informasi Komunikasi Publik (PIKP) menuturkan bahwa di tengah perkembangan globalisasi, masyarakat harus tetap menggelorakan media kesenian tradisional yang sejak dulu digunakan untuk publikasi dan desiminasi kepada masyarakat.

"Salah satu contoh kesenian yang terkandung pesan menghadapi banjir, pesan moral untuk tidak membuang sampah sembarangan dan menggiatkan gotong-royong membersihkan lingkungan. Pertunjukan seni Forum Komunikasi Media Tradisional (FK.Metra) yang ditonjolkan adalah komunikasi, publikasi melalui media tradisional," terang Setyo.

Menurut Setyo, publikasi informasi disampaikan melalui kesenian tradisional yang sudah mengakar di masyarakat ini akan lebih mengena di masyarakat dibandingkan menghadirkan narasumber yang dinilai kurang efektif. 

"Karena informasi bisa sampai ke masyarakat dan masyarakat bisa terhibur. Dengan kesenian tradisional, mereka bisa saling tukar informasi, hal ini sangat banyak manfaatnya," ujar Setyo.

Kepala Dinkominfo Kota Pekalongan, Yos Rosyidi,SIP,MSi menambahkan acara ini merupakan acara sinergitas antara diskominfo prov dan kota yg ditujukan untuk menggairahkan kembali seni pertunjukan rakyat yg dulu untuk menyampaikan informasi secara efektif.

"Meskipun saat ini tantangannya cukup berat bagi masyarakat yang tinggal di kota yg tidak asing lagi dengan platform global seperti medsos, game online yg saat ini marak,  tapi kita harus bijak dalam menggunakan media sosial. Banyak nilai posisitifnya, tetapi juga ada negatifnya. Ini yang mengikis aspek sosial. Maka, konsep kita nonbar agar bisa saling ngobrol, saling diskusi dan bisa membangkitkan kembali pertunjukan rakyat sebagai media kesenian tradisional dengan bahasa merakyat dan mudah dipahami," jelas Yos.

Sementara itu, mewakili Walikota Pekalongan, Joko Purnomo,ST selaku  Staf Ahli Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini yang berjalan dengan lancar. Menurut Joko, acara ini sebagai fasilitator bagi Pemerintah untuk menyampaikan program-program dan kebijakan dalam pemerintahan kepada masyarakat.

"Acara yg diadakan malam ini adalah acara hiburan yang didalamnya tidak hanya hiburan semata namun juga ditampilkan budaya yang berisikan hasil keberhasilan pembangunan kota yang telah dilaksanakan dan rencana yang akan dikerjakan pemkot tahun 2020, salah satu hasil pembangunan seperti tanggul rob sinergi dengan pemerintah pusat,"  papar Joko.

Dalam acara tersebut, masyarakat Kandang Panjang dan sekitarnya yang hadir selain menonton bareng film Kisah Jederal Soedirman juga dihibur oleh penampilan penampilan badut, kesenian tradisional, FK Metra Kelurahan Kandang Panjang dan grup Guyon Maton Kecamatan Pekalongan Utara.

(Tim Komunikasi Publik Dinkominfo Kota Pekalongan)