Peserta Lelang Didorong Terapkan Transaksi Sistem Online

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Dindagkop-UKM) Kota Pekalongan mendorong pelaku pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang mengikuti pasar lelang komoditas agro (PLKA) memasarkan produk secara online atau daring untuk mempermudah transaksi dan menghemat biaya. Hal ini disampaikan oleh perwakilan dari Dinperindag Provinsi Jawa Tengah yang juga selaku Ketua Koperasi penyelenggara pasar lelang komoditas Jawa tengah, Sigit Khomaidi usai mengisi kegiatan pasar lelang komoditas agro daerah Jawa Tengah Tahun 2019, bertempat di Muria Room Hotel Horison Kota Pekalongan, Senin siang (23/9/2019).
Dalam proses lelang tersebut, sebanyak 30 komiditas agro yang masuk bursa lelang dari berbagai daerah di Provinsi di Jawa Tengah seperti beras, bawang merah, tomat, cabai, kelapa. Ada juga produk olahan lainnya seperti minyak kelapa, kecap, dan keripik. Dari hasil lelang, transaksi mencapai Rp225 juta, yang didominasi oleh komoditas beras. Di mana beras jenis ER64 asal Kabupaten Demak sebanyak 25 ton dibeli oleh seorang pengusaha.
Sigit menuturkan kegiatan pasar lelang langkah ini bertujuan menekan selisih harga. Sehingga, petani tak dirugikan serta memperpendek mata rantai distribusi barang.
“Misi kita agar terjadi keselamatan harga, karena selama ini terjadi ketimpangan harga yang terlalu jauh antara petani ke konsumen. Maka tugas kami adalah mengkomunikasikan dan sebagai perantara dan penjamin proses transaksi tersebut," kata Sigit.
Dijelaskan Sigit, dalam pasar lelang sistem online tersebut, para peserta (penjual dan pembeli) melakukan registrasi menggunakan sistem pasar lelang terpadu (SPLT) dan akan memperoleh user name dan password (kata kunci) untuk masuk dalam sistem. Menurut Sigit, pasar lelang ini lingkupnya masih kecil dan banyak yang belum tau. Maka, Sigit berharap setelah kegiatan ini disosialisasikan, Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bisa terys mensosialisasikan program ini, karena peran keduanya sangat penting sekali.
“Bagi petani ataupun distributor produk komoditi agro, bisa mengikuti pasar lelang online dengan cara instal aplikasi "Pasar Lelang Terpadu" dari Kementerian Perdagangan. Kemudian membuat akun dengan mendaftar melalui website plk.bappebti.go.id. di kolom penyelenggara dan pilih sesuai penyeleggara pelelangan. Adanya transaksi melalui lelang online tanpa melibatkan pihak ketiga, lelang online ini digelar supaya menekan adanya selisih harga” terang Sigit.
Salah satu peserta lelang, seorang petani dan penyuplai beras rejo asal Kota Pekalongan, Nanang, mengaku senang dan merasakan manfaat transaksi lelang online tersebut untuk dapat memperluas jangkauan pemasaran produk agronya.
“Biasanya petani menjual ke tengkulak, dan tengkulak menjual lagi ke konsumen. Hal itu membuat harga lebih tinggi dan merugikan petani. Dengan sistem online ini, kami bisa langsung menjual produk pertanian, tidak hanya lingkup lokal bahkan bisa ke skala nasional ataupun internasional,” tegas Nanang.
Meski dalam tahap sosialisasi, diakui Nanang akan terus mencoba memasarkan produknya melalui lelang online. “Saya masih belajar tata cara mengikuti lelang online, mungkin ke depan saya akan ikut memasarkan melalui sistem ini,” ujarnya.
PRINT +
DOWNLOAD PDF