Perumda Tirtayasa Tambah Jam Operasional Selama Ramadan

Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirtayasa Kota Pekalongan selama bulan suci Ramadan hingga lebaran 2019 berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggannya yakni dengan menambah jam operasional pemasokan air. Jam operasional lebih awal di malam hari ini semula pukul 03.00 -24.00 WIB kini mulai pukul 02.00-24.00 WIB.

Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Teknis Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan, Subagyo saat ditemui di kantornya, Senin (13/5/2019). “Perumda Tirtayasa Kota Pekalongan berusaha memaksimalkan penyediaan air di seluruh wilayah di Kota Pekalongan, meskipun ada wilayah yang airnya masih kecil seperti di daerah Pasirsari. Tentu tak lantas diam, bak-bak yang bisa diisi, kami isi menggunakan tanki, “ tutur Bagyo.

Penanganan perbaikan juga Bagyo upayakan dengan cepat. Jika terjadi masalah kebocoran atau lainnya, pelanggan bisa mengadu secara langsung di kantor atau melalui telepon. “Untuk proses pemasangan pipa saluran yang baru bisa sampai enam hari tetapi jika terjadi kebocoran akan ditangani secepatnya,” tandas Bagyo.

Bagyo menjelaskan bahwa kebutuhan air di Kota Pekalongan tercukupi meskipun wilayah tertentu airnya masih kecil. Peraturan di Kota Pekalongan tidak memungkinkan pihaknya membuat sumur lagi dan pengadaan sumur bor sudah dilarang jadi hanya dapat mengandalkan mata air dan Instalasi Pengolahan Air (IPA). “Sebetulnya pasokan air sudah banyak dari SPAM Petanglong, reservoarnya sudah jadi tetapi untuk pipanya masih proses lelang. Diperkiran bisa beroperasional pada November 2019 mendatang,” jelas Bagyo.

Menurut Bagyo jika SPAM Petanglong sudah bisa disalurkan air akan berlimpah di Kota Pekalongan dengan kapasitas distribusi 150 liter per detik. Pipa sepanjang 3,6 kilometer ini nantinya akan dihubungkan dengan pipa lama. Sementara tujuannya untuk pengembangan, kita aliri untuk yang daerah yang kekurangan terlebih dahulu. “Harapannya upaya yang dilakukan ini dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada Perumda Tirtayasa,” pungkas Bagyo.