Pemerintah Kota Pekalongan Maksimalkan Upaya Turunkan Angka Pengangguran

Wakil Walikota, HA Afzan Arslan Djunaid SE sambangi Jobfair Kota Pekalongan 2019 yang digelar Pemerintah Kota Pekalongan melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kota Pekalongan di Ball Room Hotel Sahid Mandarin, Kamis (1/8/2019). Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk terus menekan angka pengangguran di Kota Pekalongan.

 

Usai pantauan ke stand perusahaan-perusahaan, Afzan menyampaikan bahwa respon perusahaan dan para pencari kerja bagus, jobfair yang ditargetkan 50 perusahaan diikuti oleh 58 perusahaan, untuk jumah pelamar sampai hari ini dimungkinkan sampai 1.500. “Mudah-mudahan bisa di-follow masing-masing perusahan melalui job fair ini,” tutur Afzan.

 

Menurut Afzan upaya menurunkan pengangguran tak hanya melalui jobfair ini, Balai Latihan Kerja (BLK) dinperinaker Kota Peklaongan telah membuka banyak kesempatan untuk masyarakat Kota Pekalongan yang tidak bekerja untuk mengikuti pelatihan kerja. Bahkan sebanyak 10 jurusan seperti teknik las, tata boga, menjahit, dan sebagainya ditawarkan. “Kalau anak muda kreatif sebetulnya angka pengangguran itu jauh sudah bisa kita turukan, tetapi kembali ke individu masing-masing apakah ingin bekerja atau tidak. Melalui BLK juga bukan hanya untuk menjadi karyawan tetapi bagaimana mereka membuka usaha atau wiraswasta sendiri,” terang Afzan.

 

Saat ini tingkat keminatan merantau masyarakat Kota Pekalongan sangat rendah. Jika merantau ke daerah lain menjadi sebuah kesempatan, Pemerintah Kota Pekalongan tetap akan mendorong masyarakat agar mampu lebih mandiri dan sejahtera. Misal merantau ke deerah, kota, maupun negara lain menjadi pilihan, ilmu dan pengalaman yang didapat bisa dikembangkan lagi di Kota Pekalongan untuk menyerap tenaga kerja lainnya.

 

Kepala Dinperinaker Kota Pekalongan, Slamet Hariyadi SH MHum menyampaikan hasil dari jobfair, hari pertama animo pelamar kerja sampai 900 orang, hari ini bahkan bisa lebih dari 500 orang. “Beberapa perusahaan langsung melalukan tes wawancara dan follow-up secara langsung. Mudah-mudahan formasi 164 jabatan dan 1.308 lowongan kerja ini bisa terisi dan didominasi warga Kota Pekalongan,” ungkap Slamet.

 

Penyelenggaraan jobfair ini ke depannya tak ingin hanya digelar sekali dalam setahun tetapi minimal dua atau tiga kali. Kemudian pelatihan di BLK juga akan Dinperinaker dorong agar bisa masuk ke jobfair ini. “Kami berupaya untuk menurunkan angka pengangguran di Kota Pekalongan, semoga masyarakat menggunakan kesempatan ini,” kata Slamet.

 

Perusahaan yang terlibat dalam jobfair ini 75 % dari Kota Pekalongan, sisanya sari Semarang, Kendal, dan Tegal. Slamet juga menekankan prinsip bagi pelamar kerja untuk mengutamakan prinsip kerja halal tanpa memandang posisi sebagai apa atau tidak memandang sebelah mata suatu pekerjaan. “Bekerja itu di samping mendapatkan income juga mendapat pengalaman agar kesejahteraan kita semakin meningkat,” pungkas Slamet.